Angkatan Laut Iran akan gelar latihan di Selat Hormuz
Selasa, 25 Desember 2012 - 23:38 WIB
Angkatan Laut Iran akan gelar latihan di Selat Hormuz
A
A
A
Sindonews.com – Pada akhir pekan ini, Angkatan Laut (AL) Iran akan menggelar latihan selama enam hari di Selat Hormuz. Hal ini disampaikan oleh seorang Komandan AL Iran, Habibollah Sayyari, Selasa (25/12/2012).
“Latihan perang itu diberi tajuk ‘Velayat 91’ dan akan diselenggarakan sejak Jumat (28/12/2012) hingga Rabu (2/1/2013). Latihan akan meliputi area seluas sekitar 1 juta km persegi di Selat Hormuz, Teluk Oman dan bagian utara laut India,” jelas Sayyari.
Meski areal yang digunakan dalam latihan sangat luas, namun Sayyari menjamin kalau Iran tak akan melanggar batas wilayah negara lain. “Tentu saja kami akan mengamati perbatasan laut negara tetangga dan akan melaksanakan latihan kami sesuai dengan hukum dan peraturan internasional,” tuturnya.
Sayyari menjelaskan, bahwa sejumlah sistem rudal AL, kapal tempur, kapal selam, dan metode patroli dan pengintaian akan di uji cobakan dalam latihan ini. "Dalam latihan ini, kami akan menggunakan senjata dan taktik AL terbaru," kata Sayyari.
Menurut Sayyari, latihan ini dimaksudkan untuk menampilkan kemampuan militer Iran dalam mengamankan rute penting pengiriman gas dan minyak. Para pejabat Iran telah sering mengatakan, bahwa Iran bisa memblokir selat Hormuz, yang merupakan jalur sibuk dan dilalui 40 persen dari lalu lintas ekspor minyak dunia.
Aksi blokir akan dilakukan Iran bila pangkalan nuklir mereka diserang oleh pihak asing. Hingga kini, dunia Barat memang masih mengecam program nuklir yang dikembangkan Iran. Israel telah jelas-jelas menyatakan ancaman akan menyerang situs nuklir Iran, jika terbukti situs itu mengembangkan senjata nuklir mematikan.
“Latihan perang itu diberi tajuk ‘Velayat 91’ dan akan diselenggarakan sejak Jumat (28/12/2012) hingga Rabu (2/1/2013). Latihan akan meliputi area seluas sekitar 1 juta km persegi di Selat Hormuz, Teluk Oman dan bagian utara laut India,” jelas Sayyari.
Meski areal yang digunakan dalam latihan sangat luas, namun Sayyari menjamin kalau Iran tak akan melanggar batas wilayah negara lain. “Tentu saja kami akan mengamati perbatasan laut negara tetangga dan akan melaksanakan latihan kami sesuai dengan hukum dan peraturan internasional,” tuturnya.
Sayyari menjelaskan, bahwa sejumlah sistem rudal AL, kapal tempur, kapal selam, dan metode patroli dan pengintaian akan di uji cobakan dalam latihan ini. "Dalam latihan ini, kami akan menggunakan senjata dan taktik AL terbaru," kata Sayyari.
Menurut Sayyari, latihan ini dimaksudkan untuk menampilkan kemampuan militer Iran dalam mengamankan rute penting pengiriman gas dan minyak. Para pejabat Iran telah sering mengatakan, bahwa Iran bisa memblokir selat Hormuz, yang merupakan jalur sibuk dan dilalui 40 persen dari lalu lintas ekspor minyak dunia.
Aksi blokir akan dilakukan Iran bila pangkalan nuklir mereka diserang oleh pihak asing. Hingga kini, dunia Barat memang masih mengecam program nuklir yang dikembangkan Iran. Israel telah jelas-jelas menyatakan ancaman akan menyerang situs nuklir Iran, jika terbukti situs itu mengembangkan senjata nuklir mematikan.
(esn)