Pria frustasi tabrak kerumunan murid China, 13 luka
Selasa, 25 Desember 2012 - 21:26 WIB
Pria frustasi tabrak kerumunan murid China, 13 luka
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria di Utara China menabrakan mobil yang dikendarainya ke kerumunan siswa sebuah sekolah menengah di Provinsi Hebei, China utara, Selasa (25/12/2012). Akibatnya, 13 murid menderita luka-luka.
Menurut kantor berita Xinhua, siswa yang menjadi korban berada di usia 11-18 tahun. Tak ada laporan soal jenis kelamin para korban. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, tapi satu korban menderita luka parah, ia mengalami retak tulang tengkorak dan kakinya hancur.
Pria yang melakukan penyerangan itu diidentifikasi sebagai Yin Tiejun (48). Menurut aparat, Tijeun sudah bercerai dari istrinya dan tak memiliki pekerjaan tetap. Ia juga tengah dilanda depresi, karena tiga tahun lalu putrinya di bunuh dan Tiejun menganggap pengadilan tak menjatuhkan hukuman berat pada pelaku pembunuhan itu.
Menurut polisi, Tijeun membakar sebuah botol berisi solar, setelah mobil yang dikendarainya menabrak kerumunan siswa. Mobil itu sendiri berisi tabung gas dan petasan. Meski begitu, Tijeun membantah telah sengaja melakukan serangan terhadap kerumunan siswa tersebut.
Polisi menahan Tijeun dengan tuduhan membahayakan keselamatan publik. Ini adalah aksi serangan terbaru terhadap murid-murid sekolah di China. Bulan lalu, seorang pria menikam belasan siswa SD. Tak ada korban jiwa dalam serangan ini.
Menurut kantor berita Xinhua, siswa yang menjadi korban berada di usia 11-18 tahun. Tak ada laporan soal jenis kelamin para korban. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, tapi satu korban menderita luka parah, ia mengalami retak tulang tengkorak dan kakinya hancur.
Pria yang melakukan penyerangan itu diidentifikasi sebagai Yin Tiejun (48). Menurut aparat, Tijeun sudah bercerai dari istrinya dan tak memiliki pekerjaan tetap. Ia juga tengah dilanda depresi, karena tiga tahun lalu putrinya di bunuh dan Tiejun menganggap pengadilan tak menjatuhkan hukuman berat pada pelaku pembunuhan itu.
Menurut polisi, Tijeun membakar sebuah botol berisi solar, setelah mobil yang dikendarainya menabrak kerumunan siswa. Mobil itu sendiri berisi tabung gas dan petasan. Meski begitu, Tijeun membantah telah sengaja melakukan serangan terhadap kerumunan siswa tersebut.
Polisi menahan Tijeun dengan tuduhan membahayakan keselamatan publik. Ini adalah aksi serangan terbaru terhadap murid-murid sekolah di China. Bulan lalu, seorang pria menikam belasan siswa SD. Tak ada korban jiwa dalam serangan ini.
(esn)