Polisi wanita penembak mati penasehat NATO berkewarganegaraan Iran
Selasa, 25 Desember 2012 - 19:58 WIB
Polisi wanita penembak mati penasehat NATO berkewarganegaraan Iran
A
A
A
Sindonews.com – Polisi wanita Afghanistan yang yang menembak mati seorang penasehat NATO di Kabul, ternyata adalah warga negara Iran. Fakta ini terungkap setelah pihak berwenang Afghanistan melakukan penyelidikan.
"Investigasi kami menunjukkan, bahwa Nargis adalah warga negara Iran. Setelah pernikahannya dengan pria Afghanistan, ia berhasil mendapatkan identitas Afghanistan secara ilegal dan bergabung dengan kepolisian," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Sediq Seddiqi, di Kabul, Selasa (25/12/2012).
"Investigasi kami juga menunjukkan, bahwa ia menderita ketidakstabilan psikologis, Dari penyelidikan yang kami lakukan selama 24 jam terakhir, ia tidak terkait dengan kelompok oposisi bersenjata," lanjut Seddiqi, seperti dikutip dari GMA News.
Mohammad Zaher, Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kabul mengatakan, Nargis telah menikah dengan seorang pria Afghanistan 10 tahun yang lalu dan bergabung dengan polisi lima tahun kemudian.
"Dalam pengakuannya, ia mengatakan bahwa ia sudah bosan hidup dan ingin membunuh seorang Gubernur, Kepala CID, atau Kepala Polisi," kata Zaher. "Tapi, setelah ia gagal masuk ke Kantor Pusat Kepolisian, ia lalu menembak seorang warga negara asing yang dilihatnya dekat kantin," jelas Zaher.
Insiden penembakan ini terjadi pada Senin (24/12/2012). Setelah menangkap pelaku, pihak berwenang Afghanistan hanya menyebut nama depan si pelaku dan tak mau mengungkapkan nama keluarganya.
Sebelumnya, sudah kerap terjadi aksi penembakan yang dilakukan anggota militan yang mengenakan seragam polisi atau tentara Afghanistan. Namun, baru kali ini pelaku penembakan adalah seorang wanita.
"Investigasi kami menunjukkan, bahwa Nargis adalah warga negara Iran. Setelah pernikahannya dengan pria Afghanistan, ia berhasil mendapatkan identitas Afghanistan secara ilegal dan bergabung dengan kepolisian," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Sediq Seddiqi, di Kabul, Selasa (25/12/2012).
"Investigasi kami juga menunjukkan, bahwa ia menderita ketidakstabilan psikologis, Dari penyelidikan yang kami lakukan selama 24 jam terakhir, ia tidak terkait dengan kelompok oposisi bersenjata," lanjut Seddiqi, seperti dikutip dari GMA News.
Mohammad Zaher, Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kabul mengatakan, Nargis telah menikah dengan seorang pria Afghanistan 10 tahun yang lalu dan bergabung dengan polisi lima tahun kemudian.
"Dalam pengakuannya, ia mengatakan bahwa ia sudah bosan hidup dan ingin membunuh seorang Gubernur, Kepala CID, atau Kepala Polisi," kata Zaher. "Tapi, setelah ia gagal masuk ke Kantor Pusat Kepolisian, ia lalu menembak seorang warga negara asing yang dilihatnya dekat kantin," jelas Zaher.
Insiden penembakan ini terjadi pada Senin (24/12/2012). Setelah menangkap pelaku, pihak berwenang Afghanistan hanya menyebut nama depan si pelaku dan tak mau mengungkapkan nama keluarganya.
Sebelumnya, sudah kerap terjadi aksi penembakan yang dilakukan anggota militan yang mengenakan seragam polisi atau tentara Afghanistan. Namun, baru kali ini pelaku penembakan adalah seorang wanita.
(esn)