Kawasan industri di Iran selatan dapat serangan cyber
Selasa, 25 Desember 2012 - 19:03 WIB
Kawasan industri di Iran selatan dapat serangan cyber
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah serangan cyber menghantam kawasan industri di Provinsi Hormozgan, sebelah selatan Iran, dalam beberapa bulan terakhir ini. Iran meyakini, serangan cyber ini semula ditujukan pada fasilitas nuklir mereka.
"Sebagai contoh, Bandar Abbas Tavanir Co, produsen listrik di provinsi ini dan provinsi lain yang berdekatan, telah menjadi target serangan internet dalam beberapa bulan terakhir," kata Ali Akbar Akhavan, Kepala Passive Defence Organisation Provinsi Hormozgan, Selasa (25/12/2012), seperti dikutip dari Reuters.
"Virus ini bahkan telah merambah beberapa industri manufaktur di Provinsi Hormozgan. Tetapi, dengan tindakan yang tepat waktu dan kerjasama dari hacker terampil di provinsi ini, perkembangan virus ini bisa dihentikan," lanjut Akhavan.
Iran yang berstatus negara pengekspor minyak terbesar ke-5 di dunia telah memperketat keamanan cyber mereka, sejak fasilitas pengayaan uranium mereka terkena serangan cyber pada 2010 silam. Iran meyakini, serangan cyber ini dikirim oleh musuh-musuh mereka, Israel dan Amerika Serikat.
"Musuh terus-menerus menyerang unit industri Iran melalui jaringan internet dalam rangka menciptakan gangguan, tapi kami selalu berhasil menangkalnya," tandas Akhavan.
"Sebagai contoh, Bandar Abbas Tavanir Co, produsen listrik di provinsi ini dan provinsi lain yang berdekatan, telah menjadi target serangan internet dalam beberapa bulan terakhir," kata Ali Akbar Akhavan, Kepala Passive Defence Organisation Provinsi Hormozgan, Selasa (25/12/2012), seperti dikutip dari Reuters.
"Virus ini bahkan telah merambah beberapa industri manufaktur di Provinsi Hormozgan. Tetapi, dengan tindakan yang tepat waktu dan kerjasama dari hacker terampil di provinsi ini, perkembangan virus ini bisa dihentikan," lanjut Akhavan.
Iran yang berstatus negara pengekspor minyak terbesar ke-5 di dunia telah memperketat keamanan cyber mereka, sejak fasilitas pengayaan uranium mereka terkena serangan cyber pada 2010 silam. Iran meyakini, serangan cyber ini dikirim oleh musuh-musuh mereka, Israel dan Amerika Serikat.
"Musuh terus-menerus menyerang unit industri Iran melalui jaringan internet dalam rangka menciptakan gangguan, tapi kami selalu berhasil menangkalnya," tandas Akhavan.
(esn)