Iran sita 20 bom dari perbatasan Pakistan
Minggu, 23 Desember 2012 - 08:00 WIB
Iran sita 20 bom dari perbatasan Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Aparat keamanan Iran mengaku berhasil menyita 20 bom dan sejumlah bahan peledak dari wilayah perbatasan Iran-Pakistan. “Agen perbatasan kami telah mengetahui ada kelompok subversif yang ingin memasuki wilayah kami," kata Kepala Polisi Iran, Ahmad Reza Radan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/12/2012).
Menurutnya, para agen perbatasan Iran telah berhasil mengidentifikasi kelompok tersebut dan merebut sebagian besar pengiriman bahan peledak yang telah memasuki Iran. Wilayah Iran yang berdekatan dengan Pakistan adalah Provinsi Sistan-Baluchestan.
Wilayah ini adalah daerah miskin, yang memiliki masalah keamanan serius. Bentrokan bersenjata sering terjadi antara aparat Iran dengan para pengedar obat terlarang dan penyelundup. Aksi pembomam juga kerap dilakukan pada kriminal di provinsi ini.
Radan tidak menyebut kapan penyitaan dilakukan. Namun, ia menyatakan kalau pihaknya telah menahan satu orang terkait kasus ini. Sementara sisa tersangka lainnya berhasil melarikan diri ke wilayah Pakistan.
"Kami meminta pemerintah Pakistan bertindak dan menjalankan kewajibannya dalam mengontrol wilayah perbatasan. Sebab, daerah perbatasan ini telah menjadi lalu lintas pelaku kriminal,” jelas Radan.
Menurutnya, para agen perbatasan Iran telah berhasil mengidentifikasi kelompok tersebut dan merebut sebagian besar pengiriman bahan peledak yang telah memasuki Iran. Wilayah Iran yang berdekatan dengan Pakistan adalah Provinsi Sistan-Baluchestan.
Wilayah ini adalah daerah miskin, yang memiliki masalah keamanan serius. Bentrokan bersenjata sering terjadi antara aparat Iran dengan para pengedar obat terlarang dan penyelundup. Aksi pembomam juga kerap dilakukan pada kriminal di provinsi ini.
Radan tidak menyebut kapan penyitaan dilakukan. Namun, ia menyatakan kalau pihaknya telah menahan satu orang terkait kasus ini. Sementara sisa tersangka lainnya berhasil melarikan diri ke wilayah Pakistan.
"Kami meminta pemerintah Pakistan bertindak dan menjalankan kewajibannya dalam mengontrol wilayah perbatasan. Sebab, daerah perbatasan ini telah menjadi lalu lintas pelaku kriminal,” jelas Radan.
(esn)