Operator satelit Spanyol hentikan layanan untuk Iran
Minggu, 23 Desember 2012 - 07:00 WIB
Operator satelit Spanyol hentikan layanan untuk Iran
A
A
A
Sindonews.com - Operator satelit Spanyol, Hispasat menutup layanan untuk The Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Hal ini diyakini sebagai dampak dari sanksi Uni Eropa terhadap Iran.
“Saluran berbahasa Inggris dan Spanyol, Press TV dan Hispan TV tidak lagi tersedia melalui Hispasat sejak Jumat lalu,” kata Kepala IRIB, Ezzatollah Zarghami kepada kantor berita Mehr, Sabtu (22/12/2012).
Hingga kini, tidak ada komentar dari Hispasat atas penghentian layanan ini. Namun, IRIB mengaku akan mengambil langkah hukum atas penghentian layanan sepihak ini.
"Iran akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk menghadapi gelombang baru serangan oleh Amerika Serikat dan Eropa dengan menggunakan media mereka," kata pejabat IRIB yang bertanggung jawab untuk urusan internasional, Mohammed Sarafraz, di situsnya.
Press TV dan TV Hispan sendiri menyayangkan tindakan Hispasat ini. Dua stasiun televisi itu mengeluarkan rilis pers bersama yang mengecam apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran mencolok dari kebebasan berbicara dan upaya untuk membungkam kebenaran.
Pada 15 Oktober lalu, menteri-menteri Luar Negeri Uni Eropa sepakat untuk memberikan sanksi baru bagi Iran, terkait dengan pengembangan program nuklir yang dilakukan Iran. Sanksi ini dimaksudkan untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
Meski begitu, Uni Eropa membantah bahwa mereka bertanggungjawab atas penghentian layanan Hispasat pada IRIB.
"Tindakan pembatasan Uni Eropa terhadap Iran berfokus pada keuangan, energi, perdagangan, dan transportasi. Pembatasan ini tidak mengandung unsur-unsur yang bisa memaksa Hispasat untuk mengambil langkah ini," kata Catherine Ashton, Juru Bicara Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, seperti dikutip dari Courier Mail.
“Saluran berbahasa Inggris dan Spanyol, Press TV dan Hispan TV tidak lagi tersedia melalui Hispasat sejak Jumat lalu,” kata Kepala IRIB, Ezzatollah Zarghami kepada kantor berita Mehr, Sabtu (22/12/2012).
Hingga kini, tidak ada komentar dari Hispasat atas penghentian layanan ini. Namun, IRIB mengaku akan mengambil langkah hukum atas penghentian layanan sepihak ini.
"Iran akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk menghadapi gelombang baru serangan oleh Amerika Serikat dan Eropa dengan menggunakan media mereka," kata pejabat IRIB yang bertanggung jawab untuk urusan internasional, Mohammed Sarafraz, di situsnya.
Press TV dan TV Hispan sendiri menyayangkan tindakan Hispasat ini. Dua stasiun televisi itu mengeluarkan rilis pers bersama yang mengecam apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran mencolok dari kebebasan berbicara dan upaya untuk membungkam kebenaran.
Pada 15 Oktober lalu, menteri-menteri Luar Negeri Uni Eropa sepakat untuk memberikan sanksi baru bagi Iran, terkait dengan pengembangan program nuklir yang dilakukan Iran. Sanksi ini dimaksudkan untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
Meski begitu, Uni Eropa membantah bahwa mereka bertanggungjawab atas penghentian layanan Hispasat pada IRIB.
"Tindakan pembatasan Uni Eropa terhadap Iran berfokus pada keuangan, energi, perdagangan, dan transportasi. Pembatasan ini tidak mengandung unsur-unsur yang bisa memaksa Hispasat untuk mengambil langkah ini," kata Catherine Ashton, Juru Bicara Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, seperti dikutip dari Courier Mail.
(esn)