Wakil Presiden Mesir mundur
Minggu, 23 Desember 2012 - 00:55 WIB
Wakil Presiden Mesir mundur
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Mesir, Mahmoud Mekky mengundurkan diri, Sabtu (22/12/201). Mekky mengaku, ia sebenarnya ingin mengundurkan diri pada bulan lalu, namun ia masih ingin membantu Presiden Mohamed Morsi mengatasi krisis politik yang melanda negeri itu.
Dalam surat pengunduran diri yang dibuat Mekky, ia menyatakan telah bekerja keras untuk bangsa dalam jabatan sebagai Wakil Presiden. Tetapi, ia menyadari bahwa sifat kerja politik tidak sesuai dengan latar belakang profesionalnya sebagai hakim.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, Mekky adalah seorang hakim yang populer di Mesir. Ia juga memainkan peran penting dalam persatuan nasional yang digagas Morsi. Sebelumnya, Mekky sempat mengatakan bakal mengundurkan diri setelah konstitusi baru disetujui.
Dalam sambutan akhirnya di surat pengunduran diri yang dikirim ke Morsi itu, Mekky mengatakan ia tetap berharap kesuksesan Morsi dalam memimpin Mesir.
Hingga kini, suasana di Mesir tetap dilanda ketegangan, meski pada Sabtu (22/12/2012) telah dilangsungkan referendum tahap kedua di 17 dari 27 provinsi di Mesir. Referendum ini diperuntukan bagi 25 juta warga Mesir yang memiliki hak suara.
Dalam surat pengunduran diri yang dibuat Mekky, ia menyatakan telah bekerja keras untuk bangsa dalam jabatan sebagai Wakil Presiden. Tetapi, ia menyadari bahwa sifat kerja politik tidak sesuai dengan latar belakang profesionalnya sebagai hakim.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, Mekky adalah seorang hakim yang populer di Mesir. Ia juga memainkan peran penting dalam persatuan nasional yang digagas Morsi. Sebelumnya, Mekky sempat mengatakan bakal mengundurkan diri setelah konstitusi baru disetujui.
Dalam sambutan akhirnya di surat pengunduran diri yang dikirim ke Morsi itu, Mekky mengatakan ia tetap berharap kesuksesan Morsi dalam memimpin Mesir.
Hingga kini, suasana di Mesir tetap dilanda ketegangan, meski pada Sabtu (22/12/2012) telah dilangsungkan referendum tahap kedua di 17 dari 27 provinsi di Mesir. Referendum ini diperuntukan bagi 25 juta warga Mesir yang memiliki hak suara.
(esn)