Bom rakitan hantam patroli polisi Afghanistan
Kamis, 20 Desember 2012 - 20:13 WIB
Bom rakitan hantam patroli polisi Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Lima warga sipil dan dua polisi tewas ketika sebuah bom rakitan menghantam mobil polisi yang sedang berpatroli di Zaranj, Ibu Kota Provinsi Nimroz, sebelah barat daya Afghanistan, Kamis (20/12/2012) sore waktu setempat.
"Sebuah unit polisi sedang melakukan patroli rutin di Polres 3, di Kota Zaranj, ketika sebuah bom rakitan diledakan dengan menggunakan remote control. Ledakan ini menewaskan dua polisi dan lima warga sipil di dekat TKP," ujar Abdul Haq, Kepala Polisi setempat kepada kantor berita Xinhua.
Haq menambahkan, ledakan ini juga melukai dua anggota polisi lainnya dan menghancurkan mobil patroli. “Polisi telah meluncurkan operasi pencarian untuk menemukan orang-orang di balik serangan itu,” lanjut Haq.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di provinsi yang terletak 790 km sebelah barat daya Ibu Kota Afghanistan, Kabul itu. Namun, tudingan langsung diarahkan pada Taliban, kelompok yang kerap melakukan serangan seperti ini.
Hingga kini, Afghanistan masih kerap dilanda aksi kekerasan. Hal ini memunculkan rasa pesimis soal keamanan di neara itu jelang penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Sejumlah kalangan menilai, Afghanistan akan masuk dalam era kekerasan baru setelah penarikan seluruh pasukan asing dari negara itu.
"Sebuah unit polisi sedang melakukan patroli rutin di Polres 3, di Kota Zaranj, ketika sebuah bom rakitan diledakan dengan menggunakan remote control. Ledakan ini menewaskan dua polisi dan lima warga sipil di dekat TKP," ujar Abdul Haq, Kepala Polisi setempat kepada kantor berita Xinhua.
Haq menambahkan, ledakan ini juga melukai dua anggota polisi lainnya dan menghancurkan mobil patroli. “Polisi telah meluncurkan operasi pencarian untuk menemukan orang-orang di balik serangan itu,” lanjut Haq.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di provinsi yang terletak 790 km sebelah barat daya Ibu Kota Afghanistan, Kabul itu. Namun, tudingan langsung diarahkan pada Taliban, kelompok yang kerap melakukan serangan seperti ini.
Hingga kini, Afghanistan masih kerap dilanda aksi kekerasan. Hal ini memunculkan rasa pesimis soal keamanan di neara itu jelang penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Sejumlah kalangan menilai, Afghanistan akan masuk dalam era kekerasan baru setelah penarikan seluruh pasukan asing dari negara itu.
(esn)