Cuaca esktrim di Rusia memakan korban
Kamis, 20 Desember 2012 - 14:38 WIB
Cuaca esktrim di Rusia memakan korban
A
A
A
Sindonews.com – Cuaca ekstrim yang menerpa Rusia memakan korban. Di daerah Siberia, puluhan orang dilaporkan tewas dan sekitar 150 orang harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit karena suhu udara turun sampai minus 50 derajat Celcius.
"Rusia tidak pernah mengalami musim dingin separah ini sejak tahun 1938. Suhu udara turun hingga 10 sampai 15 derajat, lebih rendah dari cuaca normal pada musim dingin umumnya,"demikian pernyataan badan meteorologi Rusia seperti dilansir Russia today.
Badan meteorologi Rusia mencatat suhu di Moskow pada hari Rabu (19/12/2012) mencapai minus 17 sampai minus 18 derajat Celcius. Sementara di Siberia suhu udara mencapai minus 50 derajat Celcius. "Suhu yang tidak wajar selama bulan Desember," lanjut pertanyaan itu.
Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut sampai tiga hari ke depan. Hingga saat ini, cuaca ekstrim di Rusia, total, sudah memakan korban 45 orang. Sementara 266 orang harus menjalani perawatan, dan 542 orang terluka akibat penurunan suhu terparah dalam kurun waktu 70 tahun belakangan.
Kementerian darurat Rusia sendiri telah mengeluarkan perintah siaga pada 15 wilayah Rusia. Hal ini untuk mengantisipasi ganguan komunikasi dan listrik akibat penurunan suhu. Belum lama ini, di daerah Samara, banyak pipa gas pecah disebabkan dinginnya suhu di sana. Akibatnya ratusan rumah, panti asuhan tidak dapat menyalakan mesin penghangat. Tanpa ketersediaan penghangat ruangan, sejumlah aktifitas belajar mengajar di sekolah dan taman kanak-kanak akhirnya terpaksa dihentikan.
"Rusia tidak pernah mengalami musim dingin separah ini sejak tahun 1938. Suhu udara turun hingga 10 sampai 15 derajat, lebih rendah dari cuaca normal pada musim dingin umumnya,"demikian pernyataan badan meteorologi Rusia seperti dilansir Russia today.
Badan meteorologi Rusia mencatat suhu di Moskow pada hari Rabu (19/12/2012) mencapai minus 17 sampai minus 18 derajat Celcius. Sementara di Siberia suhu udara mencapai minus 50 derajat Celcius. "Suhu yang tidak wajar selama bulan Desember," lanjut pertanyaan itu.
Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut sampai tiga hari ke depan. Hingga saat ini, cuaca ekstrim di Rusia, total, sudah memakan korban 45 orang. Sementara 266 orang harus menjalani perawatan, dan 542 orang terluka akibat penurunan suhu terparah dalam kurun waktu 70 tahun belakangan.
Kementerian darurat Rusia sendiri telah mengeluarkan perintah siaga pada 15 wilayah Rusia. Hal ini untuk mengantisipasi ganguan komunikasi dan listrik akibat penurunan suhu. Belum lama ini, di daerah Samara, banyak pipa gas pecah disebabkan dinginnya suhu di sana. Akibatnya ratusan rumah, panti asuhan tidak dapat menyalakan mesin penghangat. Tanpa ketersediaan penghangat ruangan, sejumlah aktifitas belajar mengajar di sekolah dan taman kanak-kanak akhirnya terpaksa dihentikan.
(esn)