Geun-Hye unggul dalam perhitungan cepat pemilu Korsel
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:13 WIB
Geun-Hye unggul dalam perhitungan cepat pemilu Korsel
A
A
A
Sindonews.com – Kandidat Presiden wanita pertama Korea Selatan (Korsel), Park Geun-Hye dinyatakan unggul dalam perhitungan cepat yang dilakukan tiga lembaga penyiaran negara itu. Setelah penghitungan suara ditutup, Geun-Hye dinyatakan memperoleh 50,1 persen suara. Sementara pesaingnya, Moon Jae-In meraup 48,9 persen suara.
Jika Geun-Hye benar dinyatakan sebagai pemenang pemilu, maka ia akan jadi Presiden pertama wanita Korsel. Sebelum pemilu dilangsungkan, Geun-Hye yang belum menikah dan tidak memiliki anak mengatakan, bahwa hidupnya akan dikhususkan untuk negaranya.
"Saya percaya padanya. Dia akan menyelamatkan negara kita," kata Park Hye-sook (67), seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/12/2012). "Ayahnya telah menyelamatkan negeri ini," kata Hye-sook, yang berstatus sebagai seorang ibu rumah tangga dan menggunakan hak suara di Distrik Seoul.
Ungkapan ini mencerminkan kekaguman dari kalangan pemilih yang berusia tua, terhadap ayah Geun-Hye, Park Chung-Hee. Rasa kagum ini diterjemahkan dalam bentuk dukungan bagi putrinya.
Chung-hee merupakan sosok yang kontroversial dalam sejarah Korsel. Dia dikagumi karena memimpin negara keluar dari kemiskinan. Namun, dia juga dikecam sejumlah pihak karena dianggap bertangan besi selama 18 tahun kekuasaan militer yang dijalankannya. Hingga akhirnya dia ditembak mati oleh Kepala Intelijen pada 1979.
Meski kepastian hasil akhir penghitungan suara baru akan dicapai pada tengah malam ini waktu Korsel, namun keunggulan penghitungan cepat ini sudah dirayakan oleh tim kampanye Geun-Hye. Para pendukung Geun-Hye bersuka cita dengan keunggulan ini dan yakin calon mereka akan memenangkan pemilu.
Jika Geun-Hye benar dinyatakan sebagai pemenang pemilu, maka ia akan jadi Presiden pertama wanita Korsel. Sebelum pemilu dilangsungkan, Geun-Hye yang belum menikah dan tidak memiliki anak mengatakan, bahwa hidupnya akan dikhususkan untuk negaranya.
"Saya percaya padanya. Dia akan menyelamatkan negara kita," kata Park Hye-sook (67), seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/12/2012). "Ayahnya telah menyelamatkan negeri ini," kata Hye-sook, yang berstatus sebagai seorang ibu rumah tangga dan menggunakan hak suara di Distrik Seoul.
Ungkapan ini mencerminkan kekaguman dari kalangan pemilih yang berusia tua, terhadap ayah Geun-Hye, Park Chung-Hee. Rasa kagum ini diterjemahkan dalam bentuk dukungan bagi putrinya.
Chung-hee merupakan sosok yang kontroversial dalam sejarah Korsel. Dia dikagumi karena memimpin negara keluar dari kemiskinan. Namun, dia juga dikecam sejumlah pihak karena dianggap bertangan besi selama 18 tahun kekuasaan militer yang dijalankannya. Hingga akhirnya dia ditembak mati oleh Kepala Intelijen pada 1979.
Meski kepastian hasil akhir penghitungan suara baru akan dicapai pada tengah malam ini waktu Korsel, namun keunggulan penghitungan cepat ini sudah dirayakan oleh tim kampanye Geun-Hye. Para pendukung Geun-Hye bersuka cita dengan keunggulan ini dan yakin calon mereka akan memenangkan pemilu.
(esn)