Tentara Israel serang dua juru kamera Reuters
Jum'at, 14 Desember 2012 - 20:59 WIB
Tentara Israel serang dua juru kamera Reuters
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Israel memukul dua juru kamera kantor berita Reuters, Yousri Al Jamal dan Ma'amoun Wazwaz, lalu memaksa mereka untuk membuka pakaian di tengah jalan. Selanjutnya, tentara Israel menembakan gas air mata di depan dua jurnalis itu.
Peristiwa ini terjadi di jantung Kota Hebron, Tepi Barat, Rabu (12/12/2012) malam. Militer Israel mengatakan, Kamis (13/12/2012), bahwa pihaknya menyikapi serius tuduhan penyerangan ini, tapi tetap menawarkan penjelasan tentang alasan penyerangan.
"Komandan Brigade Daerah diperintahkan untuk membuka penyelidikan," kata Juru Bicara Angkatan Pertahanan Israel, Avital Leibovich dalam e-mail kepada Reuters. Tidak ada informasi lebih lanjut yang akan diberikan militer Israel, sampai penyelidikan selesai dilakukan.
Jamal dan Wazwaz mengatakan, patroli militer Israel menghentikan mereka saat keduanya tengah mengemudi ke sebuah pos pemeriksaan terdekat, di mana seorang remaja Palestina baru saja ditembak mati oleh penjaga perbatasan Israel.
Mobil mereka telah dengan jelas ditandai huruf 'TV' dan mereka berdua mengenakan jaket antipeluru berwarna biru dengan tulisan Press terpampang di bagian depan. Para prajurit memaksa mereka untuk meninggalkan kendaraan dan memukul keduanya dengan popor senapan.
Para tentara Israel menuduh mereka bekerja untuk sebuah LSM Israel, B'Tselem, yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat, daerah yang diduduki oleh Israel. Penduduk setempat mengatakan, B'Tselem telah memberikan sejumlah kamera video pada warga Palestina, sehingga mereka dapat medokumentasikan kekerasan yang dilakukan tentara Israel.
Peristiwa ini terjadi di jantung Kota Hebron, Tepi Barat, Rabu (12/12/2012) malam. Militer Israel mengatakan, Kamis (13/12/2012), bahwa pihaknya menyikapi serius tuduhan penyerangan ini, tapi tetap menawarkan penjelasan tentang alasan penyerangan.
"Komandan Brigade Daerah diperintahkan untuk membuka penyelidikan," kata Juru Bicara Angkatan Pertahanan Israel, Avital Leibovich dalam e-mail kepada Reuters. Tidak ada informasi lebih lanjut yang akan diberikan militer Israel, sampai penyelidikan selesai dilakukan.
Jamal dan Wazwaz mengatakan, patroli militer Israel menghentikan mereka saat keduanya tengah mengemudi ke sebuah pos pemeriksaan terdekat, di mana seorang remaja Palestina baru saja ditembak mati oleh penjaga perbatasan Israel.
Mobil mereka telah dengan jelas ditandai huruf 'TV' dan mereka berdua mengenakan jaket antipeluru berwarna biru dengan tulisan Press terpampang di bagian depan. Para prajurit memaksa mereka untuk meninggalkan kendaraan dan memukul keduanya dengan popor senapan.
Para tentara Israel menuduh mereka bekerja untuk sebuah LSM Israel, B'Tselem, yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat, daerah yang diduduki oleh Israel. Penduduk setempat mengatakan, B'Tselem telah memberikan sejumlah kamera video pada warga Palestina, sehingga mereka dapat medokumentasikan kekerasan yang dilakukan tentara Israel.
(esn)