Pria China tikam 22 murid SD
Jum'at, 14 Desember 2012 - 18:00 WIB
Pria China tikam 22 murid SD
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria China, Min Yingjun (36), menikam 22 murid Sekolah Dasar (SD) dan seorang penduduk lokal. Peristiwa ini terjadi di pintu gerbang SD Chenpeng, di Desa Wenshu, Provinsi Henan, China, Jumat (14/12/202) pagi waktu setempat.
“Tidak ada korban tewas dalam insiden ini. Cedera yang didapat para murid SD itu tidak mengancam jiwa mereka,” kata seorang pejabat, seperti dikutip dari Xinhua. Tak diketahui motif dari serangan ini. Pihak berwenang juga belum mengumumkan kondisi kejiwaan Yingjun.
Dalam dua tahun terakhir ini, terjadi peningkatan serangan pada anak-anak di China. Pada 2010, tercatat ada lima insiden yang menewaskan 15 anak dan dua orang dewasa, serta melukai lebih dari 80 lainnya.
Serangan-serangan telah memaksa pemerintah untuk meningkatkan keamanan di sekitar sekolah dan dilakukannya penelitian untuk mencari akar penyebab dari masalah ini.
Kejahatan dengan kekerasan telah meningkat di China dalam beberapa dekade terakhir. Sejumlah ahli menyebut, pertumbuhan ekonomi China jadi salah satu penyebab. Perkembangan ekonomi ini membuat kesenjangan antara kaum kaya dan miskin kian lebar.
“Tidak ada korban tewas dalam insiden ini. Cedera yang didapat para murid SD itu tidak mengancam jiwa mereka,” kata seorang pejabat, seperti dikutip dari Xinhua. Tak diketahui motif dari serangan ini. Pihak berwenang juga belum mengumumkan kondisi kejiwaan Yingjun.
Dalam dua tahun terakhir ini, terjadi peningkatan serangan pada anak-anak di China. Pada 2010, tercatat ada lima insiden yang menewaskan 15 anak dan dua orang dewasa, serta melukai lebih dari 80 lainnya.
Serangan-serangan telah memaksa pemerintah untuk meningkatkan keamanan di sekitar sekolah dan dilakukannya penelitian untuk mencari akar penyebab dari masalah ini.
Kejahatan dengan kekerasan telah meningkat di China dalam beberapa dekade terakhir. Sejumlah ahli menyebut, pertumbuhan ekonomi China jadi salah satu penyebab. Perkembangan ekonomi ini membuat kesenjangan antara kaum kaya dan miskin kian lebar.
(esn)