Dunia internasional akui Koalisi Oposisi Suriah
Rabu, 12 Desember 2012 - 21:29 WIB
Dunia internasional akui Koalisi Oposisi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pukulan telak dialami rezim Pemerintah Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Pada Rabu (12/12/2012), digelar pertemuan yang dihadiri oleh negara-negara yang menyebut diri sebagai “Friends of Suriah”. Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Marrakech, Maroko ini tergambar kalau dunia internasional mendukung kaum oposisi.
Pertemuan yang dihadiri oleh 114 negara dan 15 Lembaga swadaya Masyarakat ini mengakui, bahwa Koalisi Nasional Suriah yang terdiri dari wakil kaum pemberontak adalah wakil sah rakyat Suriah.
Friends of Suriah melihat, koalisi yang dibentuk oleh kelompok-kelompok oposisi Suriah pada awal November di Doha, Qatar, adalah payung organisasi di mana oposisi Suriah berkumpul.
Negara peserta pertemuan tersebut menyatakan komitmen mereka untuk memberikan dukungan kepada pasukan koalisi dan menegaskan bahwa jatuhnya rezim Assad akang menghindari hilangnya lebih banyak nyawa warga Suriah.
Para peserta yang menghadiri konferensi ini juga menyatakan keprihatinan mereka soal rakyat Suriah yang telantar dan warga Suriah yang harus mengungsi ke luar negeri. Mereka juga menekankan "bahwa setiap penggunaan senjata kimia atau biologi oleh rezim Suriah akan menarik tanggapan serius dari masyarakat internasional".
Sebelum pertemuan, George Sabra, Wakil Presiden Koalisi Oposisi Suriah yang baru terbentuk, mengatakan kepada Xinhua, bahwa mereka memang berharap pengakuan penuh oleh masyarakat internasional pada koalisi oposisi sebagai wakil tunggal dan sah rakyat Suriah.
Pertemuan yang dihadiri oleh 114 negara dan 15 Lembaga swadaya Masyarakat ini mengakui, bahwa Koalisi Nasional Suriah yang terdiri dari wakil kaum pemberontak adalah wakil sah rakyat Suriah.
Friends of Suriah melihat, koalisi yang dibentuk oleh kelompok-kelompok oposisi Suriah pada awal November di Doha, Qatar, adalah payung organisasi di mana oposisi Suriah berkumpul.
Negara peserta pertemuan tersebut menyatakan komitmen mereka untuk memberikan dukungan kepada pasukan koalisi dan menegaskan bahwa jatuhnya rezim Assad akang menghindari hilangnya lebih banyak nyawa warga Suriah.
Para peserta yang menghadiri konferensi ini juga menyatakan keprihatinan mereka soal rakyat Suriah yang telantar dan warga Suriah yang harus mengungsi ke luar negeri. Mereka juga menekankan "bahwa setiap penggunaan senjata kimia atau biologi oleh rezim Suriah akan menarik tanggapan serius dari masyarakat internasional".
Sebelum pertemuan, George Sabra, Wakil Presiden Koalisi Oposisi Suriah yang baru terbentuk, mengatakan kepada Xinhua, bahwa mereka memang berharap pengakuan penuh oleh masyarakat internasional pada koalisi oposisi sebagai wakil tunggal dan sah rakyat Suriah.
(esn)