Ucapan Putin soal jenazah Lenin picu kritik
Selasa, 11 Desember 2012 - 21:39 WIB
Ucapan Putin soal jenazah Lenin picu kritik
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mendapat kritik keras dari para aktivis, Selasa (11/12/12012), setelah ia membandingkan mayat Vladimir Lenin yang dibalsem dengan peninggalan suci umat Kristen. Lenin sendiri adalah seorang pendiri negara Uni Soviet.
Dalam pidatonya, Senin 10 Desember, Putin menyatakan penolakannya tentang ide menggusur makam besar Lenin dari Lapangan Merah di Moskow. Sejak wafat, jenazah Lenin yang diawetkan memang disimpan di tempat ini.
"Banyak yang mengatakan, makam bertentangan tradisi. Apa yang bertentangan dengan tradisi? Jika pergi ke Gua Biara di Kiev (Ukraina) atau melihat biara Pskov (Rusia), atau Gunung Athos (di Yunani) ada peninggalan orang-orang kudus di sana. Anda dapat melihat segala sesuatu yang pernah ada," kata Putin.
Pernyataan memicu kritik tajam dari aktivis hak-hak asasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menangani para korban di era Uni Soviet berjaya.
“Ini adalah sebuah perbandingan yang benar-benar tak berdasar. Jika seseorang ingin melihat relik ini, orang bisa membangun sebuah 'gereja komunis' secara khusus di suatu tempat,” kata anggota Dewan Memorial Rusia, Yan Rachinsky, seperti dikutip dari expatica.
Perdebatan tentang apakah perlu atau tidaknya memindahkan tubuh Lenin dari Lapangan Merah telah muncul sejak runtuhnya era Uni Soviet pada 1991 silam. Jenazah Lenin sendiri diletakan di Lapangan Merah sejak 1924.
Dalam pidatonya, Senin 10 Desember, Putin menyatakan penolakannya tentang ide menggusur makam besar Lenin dari Lapangan Merah di Moskow. Sejak wafat, jenazah Lenin yang diawetkan memang disimpan di tempat ini.
"Banyak yang mengatakan, makam bertentangan tradisi. Apa yang bertentangan dengan tradisi? Jika pergi ke Gua Biara di Kiev (Ukraina) atau melihat biara Pskov (Rusia), atau Gunung Athos (di Yunani) ada peninggalan orang-orang kudus di sana. Anda dapat melihat segala sesuatu yang pernah ada," kata Putin.
Pernyataan memicu kritik tajam dari aktivis hak-hak asasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menangani para korban di era Uni Soviet berjaya.
“Ini adalah sebuah perbandingan yang benar-benar tak berdasar. Jika seseorang ingin melihat relik ini, orang bisa membangun sebuah 'gereja komunis' secara khusus di suatu tempat,” kata anggota Dewan Memorial Rusia, Yan Rachinsky, seperti dikutip dari expatica.
Perdebatan tentang apakah perlu atau tidaknya memindahkan tubuh Lenin dari Lapangan Merah telah muncul sejak runtuhnya era Uni Soviet pada 1991 silam. Jenazah Lenin sendiri diletakan di Lapangan Merah sejak 1924.
(esn)