Ribuan mahasiswa Hunggaria gelar aksi protes
Selasa, 11 Desember 2012 - 13:27 WIB
Ribuan mahasiswa Hunggaria gelar aksi protes
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari seribu mahasiswa Hunggaria mengelar aksi unjuk rasa di Budapest, menentang rencana pemerintah memotong subsidi biaya kuliah, Senin (11/12/2012).
Di tengah cuaca dingin, para mahasiswa mengelar aksi protes damai, sambil membawa obor. Mereka memblokir jembatan Danube dan berbaris sampai di depan gedung parlemen Hunggaria, di mana sejumlah anggota parlemen telah menggelar pertemuan untuk membahas pemotong subsidi biaya kuliah.
"Universitas adalah milik kami," "Bebaskan biaya universitas," teriak para mahasiswa. "Kami menuntut Sekertaris Pendidikan Hunggaria, Rozsa Hoffmann mundur," lanjut para mahasiswa.
Laszlo Bernath, salah seorang mahasiswa mengatakan, pemerintah telah memotong biaya subsidi lebih dari 10 ribu euro per tahun. Langkah ini akan membuat universitas di Hungaria secara praktis akan berubah menjadi tempat bagi orang kaya.
Pekan lalu, Perdana Menteri Hunggaria, Viktor Orban mengumumkan akan memberikan setengah biaya pendidikan, senilai 46 ribu euro dan memberikan pinjaman preferensial terhadap mahasiswa. Pemerintah terpaksa melakukan langkah tersebut, karena Hunggaria kini tengah berjuang untuk menjaga defisit anggaran senilai tiga persen.
Selain itu, pemotongan subsidi ini dilakukan untuk melakukan reformasi guna menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas tinggi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Di tengah cuaca dingin, para mahasiswa mengelar aksi protes damai, sambil membawa obor. Mereka memblokir jembatan Danube dan berbaris sampai di depan gedung parlemen Hunggaria, di mana sejumlah anggota parlemen telah menggelar pertemuan untuk membahas pemotong subsidi biaya kuliah.
"Universitas adalah milik kami," "Bebaskan biaya universitas," teriak para mahasiswa. "Kami menuntut Sekertaris Pendidikan Hunggaria, Rozsa Hoffmann mundur," lanjut para mahasiswa.
Laszlo Bernath, salah seorang mahasiswa mengatakan, pemerintah telah memotong biaya subsidi lebih dari 10 ribu euro per tahun. Langkah ini akan membuat universitas di Hungaria secara praktis akan berubah menjadi tempat bagi orang kaya.
Pekan lalu, Perdana Menteri Hunggaria, Viktor Orban mengumumkan akan memberikan setengah biaya pendidikan, senilai 46 ribu euro dan memberikan pinjaman preferensial terhadap mahasiswa. Pemerintah terpaksa melakukan langkah tersebut, karena Hunggaria kini tengah berjuang untuk menjaga defisit anggaran senilai tiga persen.
Selain itu, pemotongan subsidi ini dilakukan untuk melakukan reformasi guna menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas tinggi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
(esn)