Oposisi tuduh pemerintah Sudan buat kesepakatan dengan Iran
Selasa, 11 Desember 2012 - 13:09 WIB
Oposisi tuduh pemerintah Sudan buat kesepakatan dengan Iran
A
A
A
Sindonews.com - Oposisi Sudan menuduh pemerintah Sudan secara diam-diam telah membuat kesepakatan dengan Iran untuk mendirikan pangkalan militer di Laut Merah, demikian diberitakan dalam harian Hurriyat, (11/12/2012).
"Presiden Sudan, Omar Bashir telah membuat sebuah kesepakatan yang sangat maju dengan pasukan garda Iran untuk mendirikan pangkalan Angkatan Laut di Pelabuhan Sudan di Laut merah," ungkap Mahjoub Hussein, Juru Bicara Kelompok pemberontak Sudan, Gerakan Keadilan dan Kesejahteraan (JEM), seperti dilansir jpost.
Tuduhan dari kelompok oposisi tersebut datang, setelah dua kapal laut Iran, Jamaran dan Bushehr berlabuh di Pelabuhan Sudan akhir pekan lalu.
Hussein mengatakan, kunjungan rutin kapal Iran dalam beberapa bulan terakhir, bukanlah dimaksudkan sebagai pengiriman pesan bagi Israel, melaikan untuk menguji seberapa jauh opini publik terhadap pendirian pangkalan militer Iran di Sudan.
Seperti diketahui sebelumnya, pada Juni lalu Iran telah mengumumkan rencananya untuk mengirim lebih banyak kapal perang dan meningkatkan frekuensi kehadiran armada AL mereka di perairan internasional.
Hal ini dilakukan untuk melindungi kapal-kapal kargo di seluruh dunia. Awal tahun lalu, kapal kargo Iran yang mengangkut 30 ribu ton produk gas cair menjadi sasaran bajak lau di Teluk Aden. Kapal kargo ini sedang dalam perjalanan ke Afrika Utara ketika disergap pembajak.
Selama beberapa tahun terakhir, Iran juga telah membuat terobosan penting di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer dan sistematisasinya.
"Presiden Sudan, Omar Bashir telah membuat sebuah kesepakatan yang sangat maju dengan pasukan garda Iran untuk mendirikan pangkalan Angkatan Laut di Pelabuhan Sudan di Laut merah," ungkap Mahjoub Hussein, Juru Bicara Kelompok pemberontak Sudan, Gerakan Keadilan dan Kesejahteraan (JEM), seperti dilansir jpost.
Tuduhan dari kelompok oposisi tersebut datang, setelah dua kapal laut Iran, Jamaran dan Bushehr berlabuh di Pelabuhan Sudan akhir pekan lalu.
Hussein mengatakan, kunjungan rutin kapal Iran dalam beberapa bulan terakhir, bukanlah dimaksudkan sebagai pengiriman pesan bagi Israel, melaikan untuk menguji seberapa jauh opini publik terhadap pendirian pangkalan militer Iran di Sudan.
Seperti diketahui sebelumnya, pada Juni lalu Iran telah mengumumkan rencananya untuk mengirim lebih banyak kapal perang dan meningkatkan frekuensi kehadiran armada AL mereka di perairan internasional.
Hal ini dilakukan untuk melindungi kapal-kapal kargo di seluruh dunia. Awal tahun lalu, kapal kargo Iran yang mengangkut 30 ribu ton produk gas cair menjadi sasaran bajak lau di Teluk Aden. Kapal kargo ini sedang dalam perjalanan ke Afrika Utara ketika disergap pembajak.
Selama beberapa tahun terakhir, Iran juga telah membuat terobosan penting di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer dan sistematisasinya.
(esn)