Italia diharapkan teruskan reformasi Monti
Senin, 10 Desember 2012 - 20:01 WIB
Italia diharapkan teruskan reformasi Monti
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle dan para pejabat Bank Sentral Eropa menyatakan, bahwa Italia harus meneruskan reformasi yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri (PM) Italia, Mario Monti setelah ia mengumumkan akan segera mundur dari jabatannya.
"Italia tidak boleh diam setelah dua-pertiga dari proses reformasi terlaksana. Itu akan membawa gejolak baru, tidak hanya ke Italia, tetapi juga ke Eropa," kata Westerwelle, seperti dikutip dari Spiegel, Senin (10/12/2012).
Selama akhir pekan lalu, terjadi drama politik di Italia. Monti mengumumkan, bahwa ia akan segera mundur dan mantan PM Italia, Silvio Berlusconi mengumumkan bahwa ia akan kembali mengikuti pemilu dan membidik kursi PM untuk kali ke enam.
Kondisi ini mendorong analis keuangan untuk memprediksi, bahwa badai akan melanda pasar Italia di masa depan. Pada perdagangan Senin ini, pasar saham Italia turun lebih dari tiga persen dan biaya pinjaman melonjak di tengah kegelisahan atas situasi politik.
Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa, Joerg Asmussen mengatakan pada harian Jerman, Bild, bahwa pemerintahan Monti telah mencapai banyak prestasi dalam waktu singkat. Naiknya Monti ke kursi PM pada November tahun lalu telah memenangkan kembali kepercayaan investor dan mendorong konsolidasi anggaran ke depan.
"Siapapun yang mengatur Italia, sebuah negara pendiri Uni Eropa, setelah pemilu nanti harus terus berusaha dengan dengan tingkat dan tekad yang sama dengan Monti," tambah Asmussen. Pada awal Februari, Italia akan mengadakan pemilu awal.
"Italia tidak boleh diam setelah dua-pertiga dari proses reformasi terlaksana. Itu akan membawa gejolak baru, tidak hanya ke Italia, tetapi juga ke Eropa," kata Westerwelle, seperti dikutip dari Spiegel, Senin (10/12/2012).
Selama akhir pekan lalu, terjadi drama politik di Italia. Monti mengumumkan, bahwa ia akan segera mundur dan mantan PM Italia, Silvio Berlusconi mengumumkan bahwa ia akan kembali mengikuti pemilu dan membidik kursi PM untuk kali ke enam.
Kondisi ini mendorong analis keuangan untuk memprediksi, bahwa badai akan melanda pasar Italia di masa depan. Pada perdagangan Senin ini, pasar saham Italia turun lebih dari tiga persen dan biaya pinjaman melonjak di tengah kegelisahan atas situasi politik.
Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa, Joerg Asmussen mengatakan pada harian Jerman, Bild, bahwa pemerintahan Monti telah mencapai banyak prestasi dalam waktu singkat. Naiknya Monti ke kursi PM pada November tahun lalu telah memenangkan kembali kepercayaan investor dan mendorong konsolidasi anggaran ke depan.
"Siapapun yang mengatur Italia, sebuah negara pendiri Uni Eropa, setelah pemilu nanti harus terus berusaha dengan dengan tingkat dan tekad yang sama dengan Monti," tambah Asmussen. Pada awal Februari, Italia akan mengadakan pemilu awal.
(esn)