Ikhwanul Muslimin tolak usulan kaum oposisi Mesir
Minggu, 09 Desember 2012 - 11:30 WIB
Ikhwanul Muslimin tolak usulan kaum oposisi Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Partai Islam utama di Mesir, Ikhwanul Muslimin, dan juga partai pendukung Presiden Mohamed Morsi lainnya, menolak usulan kubu oposisi negeri itu untuk menunda referendum yang rencananya akan digelar pada 15 Desember mendatang.
"Kami bersikeras, bahwa referendum mengenai konstitusi berlangsung pada tanggal yang dijadwalkan, tanpa modifikasi atau penundaan," menurut sebuah pernyataan bersama yang dibacakan oleh orang nomor dua di Ikhwanul Muslimin, al-Khairat Shater, Sabtu (8/12/2012), seperti dikutip dari khaleejtimes.
Pernyataan penolakan ini ditandatangani oleh sayap politik Ikhwanul Muslimin, Partai Kebebasan dan Keadilan, serta partai Al-Nour, mewakili Salafi garis keras.
Sebelumnya, kaum oposisi menyatakan, dialog nasional yang diusulkan Morsi tak bisa dilaksanakan, sebelum ia membatalkan referendum atau menyerahkan kekuasaan. Wakil Presiden Mesir, Mohamed Mekki pernah mengatakan, referendum bisa ditunda, tetapi hanya jika oposisi menjamin tidak akan mengeksploitasi apa yang akan menjadi pelanggaran hukum bagi Morsi.
Penolakan ini bisa berujung pada kembali terjadinya bentrokan antar dua kubu. Hingga kini, sudah 7 orang tewas dan lebih dari 600 lainnya terluka dalam bentrok antara penentang dan pendukung Morsi, beberapa hari lalu.
"Kami bersikeras, bahwa referendum mengenai konstitusi berlangsung pada tanggal yang dijadwalkan, tanpa modifikasi atau penundaan," menurut sebuah pernyataan bersama yang dibacakan oleh orang nomor dua di Ikhwanul Muslimin, al-Khairat Shater, Sabtu (8/12/2012), seperti dikutip dari khaleejtimes.
Pernyataan penolakan ini ditandatangani oleh sayap politik Ikhwanul Muslimin, Partai Kebebasan dan Keadilan, serta partai Al-Nour, mewakili Salafi garis keras.
Sebelumnya, kaum oposisi menyatakan, dialog nasional yang diusulkan Morsi tak bisa dilaksanakan, sebelum ia membatalkan referendum atau menyerahkan kekuasaan. Wakil Presiden Mesir, Mohamed Mekki pernah mengatakan, referendum bisa ditunda, tetapi hanya jika oposisi menjamin tidak akan mengeksploitasi apa yang akan menjadi pelanggaran hukum bagi Morsi.
Penolakan ini bisa berujung pada kembali terjadinya bentrokan antar dua kubu. Hingga kini, sudah 7 orang tewas dan lebih dari 600 lainnya terluka dalam bentrok antara penentang dan pendukung Morsi, beberapa hari lalu.
(esn)