Kehadiran kapal perang Iran di Sudan panaskan situasi
Minggu, 09 Desember 2012 - 10:00 WIB
Kehadiran kapal perang Iran di Sudan panaskan situasi
A
A
A
Sindonews.com – Berlabuhnya dua kapal perang Iran, Jamaran dan Bushehr di pelabuhan Sudan, Sabtu (8/12/2012), telah memanaskan situasi di kawasan Teluk. "Sudan perlu memahami, bahwa kunjungan ini tidak akan diterima oleh Arab Saudi," kata Khalid al-Dakhil, seorang analis politik Arab
Saudi, seperti dikutip dari the star.
Kerajaan Arab Saudi memang tidak secara terbuka mengomentari kunjungan 2 kapal Perang Irak ini. Namun, media massa di Arab Saudi menyebut, Sudan mempertaruhkan hubungan dengan negara-negara Teluk. Hal ini juga berarti, Sudan mempertaruhkan kesempatan untuk mendapatkan bantuan dana dari negara-negara Teluk.
Ini adalah kali kedua kunjungan kapal perang Iran ke Sudan dalam kurun dua bulan terakhir. Meski banyak yang mencurigai kunjungan ini, baik Iran dan Sudan tetap menyebut kunjungan kapal perang ini adalah hal yang wajar.
"Pengelola Pelabuhan Sudan telah melihat kunjungan serupa dari kapal-kapal Amerika, Eropa, dan seluruh dunia," kata Juru Bicara Militer Sudan, al-Sawarmi Khalid.
Menteri Luar Negeri Sudan, Ali Ahmed Karti juga mengecilkan arti kunjungan 2 kapal perang Iran ini. Menurutnya, tak ada yang aneh dalam kunjungan ini. "Ini adalah kerja sama normal antara tentara," kata Karti.
Saudi, seperti dikutip dari the star.
Kerajaan Arab Saudi memang tidak secara terbuka mengomentari kunjungan 2 kapal Perang Irak ini. Namun, media massa di Arab Saudi menyebut, Sudan mempertaruhkan hubungan dengan negara-negara Teluk. Hal ini juga berarti, Sudan mempertaruhkan kesempatan untuk mendapatkan bantuan dana dari negara-negara Teluk.
Ini adalah kali kedua kunjungan kapal perang Iran ke Sudan dalam kurun dua bulan terakhir. Meski banyak yang mencurigai kunjungan ini, baik Iran dan Sudan tetap menyebut kunjungan kapal perang ini adalah hal yang wajar.
"Pengelola Pelabuhan Sudan telah melihat kunjungan serupa dari kapal-kapal Amerika, Eropa, dan seluruh dunia," kata Juru Bicara Militer Sudan, al-Sawarmi Khalid.
Menteri Luar Negeri Sudan, Ali Ahmed Karti juga mengecilkan arti kunjungan 2 kapal perang Iran ini. Menurutnya, tak ada yang aneh dalam kunjungan ini. "Ini adalah kerja sama normal antara tentara," kata Karti.
(esn)