Militer Mesir himbau kekuatan politik untuk berdialog
Sabtu, 08 Desember 2012 - 18:52 WIB
Militer Mesir himbau kekuatan politik untuk berdialog
A
A
A
Sindonews.com - Militer Mesir mendesak kekuatan politik di negara itu yang tengah bersaing memperebutkan kekuasaan, untuk memecahkan perselisihan mereka melalui dialog. Perselisihan hanya akan menyeret negara itu ke dalam "terowongan gelap" dan militer Mesir tak akan membiarkan hal ini terjadi.
"Angkatan bersenjata menegaskan, bahwa dialog adalah yang terbaik dan hanya itu cara untuk mencapai konsensus. Tindakan sebaliknya hanya akan membawa kita ke terowongan gelap yang akan mengakibatkan bencana,” sebut pernyataan militer Mesir seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini disampaikan oleh seorang Juru Bicara Militer Mesir melalui radio dan televisi, Sabtu (8/12/2012). Sang Juru Bicara tak menyebut nama siapapun, termasuk Presiden Mesir Mohamed Morsi. Ia hanya mengatakan, bahwa solusi untuk krisis politik seharusnya tidak bertentangan dengan legitimasi dan aturan demokrasi.
Juru Bicara itu mengatakan, tugas militer adalah untuk melindungi kepentingan nasional dan mengamankan lembaga negara.
"Angkatan bersenjata menyadari tanggung jawab mereka untuk melestarikan kepentingan yang lebih tinggi dari negara dan untuk mengamankan dan melindungi target penting, lembaga-lembaga publik dan kepentingan warga yang tidak bersalah," lanjut pernyataan itu.
"Angkatan bersenjata menegaskan, bahwa dialog adalah yang terbaik dan hanya itu cara untuk mencapai konsensus. Tindakan sebaliknya hanya akan membawa kita ke terowongan gelap yang akan mengakibatkan bencana,” sebut pernyataan militer Mesir seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini disampaikan oleh seorang Juru Bicara Militer Mesir melalui radio dan televisi, Sabtu (8/12/2012). Sang Juru Bicara tak menyebut nama siapapun, termasuk Presiden Mesir Mohamed Morsi. Ia hanya mengatakan, bahwa solusi untuk krisis politik seharusnya tidak bertentangan dengan legitimasi dan aturan demokrasi.
Juru Bicara itu mengatakan, tugas militer adalah untuk melindungi kepentingan nasional dan mengamankan lembaga negara.
"Angkatan bersenjata menyadari tanggung jawab mereka untuk melestarikan kepentingan yang lebih tinggi dari negara dan untuk mengamankan dan melindungi target penting, lembaga-lembaga publik dan kepentingan warga yang tidak bersalah," lanjut pernyataan itu.
(esn)