China minta AS dukung kebijakan soal Tibet
Jum'at, 07 Desember 2012 - 19:50 WIB
China minta AS dukung kebijakan soal Tibet
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri China mengecam Amerika Serikat (AS) atas komentar seorang pejabat AS tentang situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Tibet. Kemenlu China menyatakan, kemungkian mereka akan mengajukan keluhan diplomatik resmi dengan Washington.
Pada Rabu 5 Desember, Maria Otero, Koordinator Khusus untuk Isu Tibet AS, menyatakan bahwa ketegangan di daerah Tibet, termasuk aksi bunuh diri yang dilakukan sejumlah warga Tibet, terjadi akibat kebijakan dan kontrol ketat Pemerintah China.
Juru Bicara Kemenlu China, Hong Lei mengatakan, masalah Tibet tidak ada hubungannya dengan HAM, etnis atau agama. "Ini merupakan masalah penting dari prinsip yang berkaitan dengan persatuan China dan integritas teritorial. China tegas menentang setiap negara atau orang yang menggunakan cara apapun untuk campur tangan dalam urusan internal China," tandas Lei, Jumat (7/12/2012).
Sejak 2009, setidaknya sudah 92 warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri, 72 di antaranya tewas karena luka bakar parah. Jumlah pelaku aksi bakar diri kian meningkat tiap tahunnnya. Bahkan, pada November 2012, ada 28 warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri.
Lei menyatakan, di bawah pemerintahan Partai Komunis China, Tibet saat ini telah menikmati kemajuan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Lei menyalahkan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, yang saat ini tinggal di pengasingan, karena telah menghasut warga Tibet untuk melakukan aksi bakar diri.
"Para pejabat AS yang relevan mengeluarkan pernyataan, tidak pernah mengutuk sikap Dalai Lama yang anti China. China menuntut AS mematuhi janjinya untuk mengakui bahwa Tibet adalah bagian dari China, untuk tidak mendukung kemerdekaan Tibet dan menghormati kedaulatan China dan integritas teritorial, dan berhenti menggunakan masalah Tibet untuk campur tangan dalam hubungan internal China," papar Lei.
Pada Rabu 5 Desember, Maria Otero, Koordinator Khusus untuk Isu Tibet AS, menyatakan bahwa ketegangan di daerah Tibet, termasuk aksi bunuh diri yang dilakukan sejumlah warga Tibet, terjadi akibat kebijakan dan kontrol ketat Pemerintah China.
Juru Bicara Kemenlu China, Hong Lei mengatakan, masalah Tibet tidak ada hubungannya dengan HAM, etnis atau agama. "Ini merupakan masalah penting dari prinsip yang berkaitan dengan persatuan China dan integritas teritorial. China tegas menentang setiap negara atau orang yang menggunakan cara apapun untuk campur tangan dalam urusan internal China," tandas Lei, Jumat (7/12/2012).
Sejak 2009, setidaknya sudah 92 warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri, 72 di antaranya tewas karena luka bakar parah. Jumlah pelaku aksi bakar diri kian meningkat tiap tahunnnya. Bahkan, pada November 2012, ada 28 warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri.
Lei menyatakan, di bawah pemerintahan Partai Komunis China, Tibet saat ini telah menikmati kemajuan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Lei menyalahkan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, yang saat ini tinggal di pengasingan, karena telah menghasut warga Tibet untuk melakukan aksi bakar diri.
"Para pejabat AS yang relevan mengeluarkan pernyataan, tidak pernah mengutuk sikap Dalai Lama yang anti China. China menuntut AS mematuhi janjinya untuk mengakui bahwa Tibet adalah bagian dari China, untuk tidak mendukung kemerdekaan Tibet dan menghormati kedaulatan China dan integritas teritorial, dan berhenti menggunakan masalah Tibet untuk campur tangan dalam hubungan internal China," papar Lei.
(esn)