Pasca bentrokan, Morsi bertemu Panglima Militer & para Menteri
Kamis, 06 Desember 2012 - 23:07 WIB
Pasca bentrokan, Morsi bertemu Panglima Militer & para Menteri
A
A
A
Sindonews.com – Pasca terjadinya bentrokan berdarah yang telah menewaskan 7 orang di Kairo, Presiden Mesir Mohamed Morsi bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata dan menteri-menteri dalam kabinetnya, Kamis (6/12/2012).
Pertemuan ini dilakukan untuk membahas bagaimana menstabilkan negara itu setelah bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi di depan Istana Kepresidenan Mesir. Hadir dalam pertemuan itu Kepala Menteri Pertahanan, Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan sejumlah Menteri lainnya.
Pengawal Republik Mesir memerintahkan demonstran untuk meninggalkan daerah sekitar Istana Kepresidenan, setelah bentrokan sengit antara pendukung dan penentang Morsi. Para pendukung Morsi yang berasal dari kalangan Islam, mulai mematuhi instruksi itu dan meninggalkan Istana Kepresidenan.
Garda Republik yang bertugas melindungi istana, telah menetapkan pukul 3 sore waktu setempat sebagai batas waktu bagi para pendukung dan penentang Morsi untuk menghentikan pertikaian di depan Istana Kepresidenan.
Komandan Pengawal Republik Mesir telah mengerahkan tank dan alat pengangkut pasukan lapis baja untuk membantu polisi menenangkan daerah. Pihak militer menyatakan, kehadiran mereka adalah untuk memisahkan dua kubu dan bukan untuk menindas salah satu kubu.
"Angkatan bersenjata dan Pengawal Republik Mesir tidak akan digunakan sebagai alat untuk menindas para demonstran," kata Jenderal Mohamed Zaki, Komandan Pengawal Republik Mesir, seperti dikutip dari Xinhua.
Pertemuan ini dilakukan untuk membahas bagaimana menstabilkan negara itu setelah bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi di depan Istana Kepresidenan Mesir. Hadir dalam pertemuan itu Kepala Menteri Pertahanan, Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan sejumlah Menteri lainnya.
Pengawal Republik Mesir memerintahkan demonstran untuk meninggalkan daerah sekitar Istana Kepresidenan, setelah bentrokan sengit antara pendukung dan penentang Morsi. Para pendukung Morsi yang berasal dari kalangan Islam, mulai mematuhi instruksi itu dan meninggalkan Istana Kepresidenan.
Garda Republik yang bertugas melindungi istana, telah menetapkan pukul 3 sore waktu setempat sebagai batas waktu bagi para pendukung dan penentang Morsi untuk menghentikan pertikaian di depan Istana Kepresidenan.
Komandan Pengawal Republik Mesir telah mengerahkan tank dan alat pengangkut pasukan lapis baja untuk membantu polisi menenangkan daerah. Pihak militer menyatakan, kehadiran mereka adalah untuk memisahkan dua kubu dan bukan untuk menindas salah satu kubu.
"Angkatan bersenjata dan Pengawal Republik Mesir tidak akan digunakan sebagai alat untuk menindas para demonstran," kata Jenderal Mohamed Zaki, Komandan Pengawal Republik Mesir, seperti dikutip dari Xinhua.
(esn)