Naqdi: AS tak mampu menghadapi Iran
Kamis, 06 Desember 2012 - 19:42 WIB
Naqdi: AS tak mampu menghadapi Iran
A
A
A
Sindonews.com – Tertangkapnya drone Amerika Serikat (AS) oleh unit Angkatan Laut Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan terbongkarnya kegiatan spionase yang dilakukan AS, menjadi bukti bahwa negara adi daya itu tak mampu menghadapi Iran.
“Tertangkapnya drone AS jadi salah satu bukti jelas kekalahan yang diderita AS dalam menghadapi Iran,” ujar Komanda Brigade Sukarelawan Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, seperti dikutip dari kantor berita Fars, Kamis (6/12/2012).
Dia juga mengatakan, bahwa pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone AS bertipe ScanEagle itu, telah membuktikan sifat brutal AS. "Masuknya pesawat tak berawak AS ke wilayah udara Iran terjadi pada saat AS memohon untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran di depan mata masyarakat dunia," katanya.
Menurut Naqdi, apa yang dilakukan AS ini tidak logi dan jelas-jelas menunjukan sikap agresif AS pada negara-negara di dunia. “AS tidak mematuhi janji mereka,” tambahnya.
Iran mengklaim telah berhasil menangkap drone milik AS yang dipergoki sedang mengumpulkan informasi di atas perairan Teluk dan telah memasuki wilayah udara Iran. Laporan IRGC tak menjelaskan bagaimana proses penangkapan drone itu dan kapan drone itu ditangkap.
“Tertangkapnya drone AS jadi salah satu bukti jelas kekalahan yang diderita AS dalam menghadapi Iran,” ujar Komanda Brigade Sukarelawan Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, seperti dikutip dari kantor berita Fars, Kamis (6/12/2012).
Dia juga mengatakan, bahwa pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone AS bertipe ScanEagle itu, telah membuktikan sifat brutal AS. "Masuknya pesawat tak berawak AS ke wilayah udara Iran terjadi pada saat AS memohon untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran di depan mata masyarakat dunia," katanya.
Menurut Naqdi, apa yang dilakukan AS ini tidak logi dan jelas-jelas menunjukan sikap agresif AS pada negara-negara di dunia. “AS tidak mematuhi janji mereka,” tambahnya.
Iran mengklaim telah berhasil menangkap drone milik AS yang dipergoki sedang mengumpulkan informasi di atas perairan Teluk dan telah memasuki wilayah udara Iran. Laporan IRGC tak menjelaskan bagaimana proses penangkapan drone itu dan kapan drone itu ditangkap.
(esn)