4 tewas dalam bentrok pendukung & penentang Morsi
Kamis, 06 Desember 2012 - 13:53 WIB
4 tewas dalam bentrok pendukung & penentang Morsi
A
A
A
Sindonews.com - Pendukung Presiden Mesir, Mohamed Morsi dan penentangnya betrok untuk pertama kalinya di depan Istana Presiden, Rabu (5/12/2012) malam waktu setempat. Empat orang demonstran tewas, sementara ratusan orang menderita luka-luka.
"Empat orang dilaporkan tewas tertembak, sementara 350 orang menderita luka-luka akibat serangan tersebut," ungkap Pejabat Penyelamat Mesir, Mohamed Soltan seperti dilansir dalam deccanherald.
Bentrok antara kelompok yang penentang dan pendukung Morsi pecah, setelah Wakil Presiden, Mahmoud Mekki mengatakan tidak akan mendukung Morsi turun dari jabatanya. "Namun, isi dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden perlu diamandemen dengan mendapatkan persetujuan dari kelompok oposisi," imbuh Mekki.
Tak lama kemudian, pendukung dan penentang Morsi untuk pertama kalinya saling melemparkan bom molotov dan batu di lingkungan Heliopolis, pinggiran kota Kairo, Mesir. Aksi bentrok berlangsung hingga larut malam.
"Ikhwanul muslim harus diseret ke jalan. Tak ada yang akan selamat, setelah apa yang mereka lakukan, Morsi harus turun dari jabatanya," ungkap Mina Nader, pentolan kelompok anti-Morsi.
Sementara itu, demostran anti Morsi juga menyerang markas Partai Pimpinan Morsi, Partai Kebebasan dan Keadilan yang didominasi oleh anggota Ikhwanul Muslim di Ismailia, sebelah Utara Kairo.
Bentrok antara pendukung dan penetang Morsi menjadi kekerasan terburuk dalam sejak Morsi memerintah di negara itu pada Juni lalu.
"Empat orang dilaporkan tewas tertembak, sementara 350 orang menderita luka-luka akibat serangan tersebut," ungkap Pejabat Penyelamat Mesir, Mohamed Soltan seperti dilansir dalam deccanherald.
Bentrok antara kelompok yang penentang dan pendukung Morsi pecah, setelah Wakil Presiden, Mahmoud Mekki mengatakan tidak akan mendukung Morsi turun dari jabatanya. "Namun, isi dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden perlu diamandemen dengan mendapatkan persetujuan dari kelompok oposisi," imbuh Mekki.
Tak lama kemudian, pendukung dan penentang Morsi untuk pertama kalinya saling melemparkan bom molotov dan batu di lingkungan Heliopolis, pinggiran kota Kairo, Mesir. Aksi bentrok berlangsung hingga larut malam.
"Ikhwanul muslim harus diseret ke jalan. Tak ada yang akan selamat, setelah apa yang mereka lakukan, Morsi harus turun dari jabatanya," ungkap Mina Nader, pentolan kelompok anti-Morsi.
Sementara itu, demostran anti Morsi juga menyerang markas Partai Pimpinan Morsi, Partai Kebebasan dan Keadilan yang didominasi oleh anggota Ikhwanul Muslim di Ismailia, sebelah Utara Kairo.
Bentrok antara pendukung dan penetang Morsi menjadi kekerasan terburuk dalam sejak Morsi memerintah di negara itu pada Juni lalu.
(esn)