Pendukung Morsi cegah Hakim bersidang
Minggu, 02 Desember 2012 - 19:44 WIB
Pendukung Morsi cegah Hakim bersidang
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan ribu pendukung Presiden Mesir, Mohamed Morsi menggelar protes di luar gedung Pengadilan Mesir, Minggu (2/12/2012). Aksi ini memaksa para hakim untuk menunda sidang panel konstitusi dan membuat krisis di negara itu kian parah.
Para pengunjuk rasa mengepung pintu masuk ke gedung pengadilan dan memblokir jalan utama yang membentang di sepanjang Sungai Nil menuju ke gedung itu. Mereka mencegah para hakim masuk gedung.
"Kehendak rakyat lebih kuat dari kehendak beberapa hakim," kata seorang demonstran, Ismail Ahmed (39). Protes ini mengacu pada sistem peradilan Mesir yang berisi banyak hakim dari era pemerintahan mantan orang kuat, Hosni Mubarak, yang digulingkan oleh pemberontakan rakyat tahun lalu.
Sejak Sabtu malam, ratusan ribu pendukung Morsi telah berkumpul. Mereka mencap kubu oposisi sebagai anti Islam. Mereka mengecam para pemimpin oposisi yang sekuler dan liberal. Kondisi ini kian menggiring Mesir ke arah bentrokan masal.
Rancangan konstitusi yang disengketakan di Mesir adalah yang menyatakan prinsip-prinsip Syariah Islam sebagai sumber utama perundang-undangan. Rancangan ini akan dimasukkan ke referendum pada 15 Desember mendatang.
Ini telah memicu krisis politik terburuk di negara itu, sejak pemilihan Morsi pada Juni silam. Saat ini, dua kubu siap saling berhadapan. Pendukung Morsi dari kalangan Islam, bersiap meladeni kubu oposisi yang berhaluan sekuler.
Para pengunjuk rasa mengepung pintu masuk ke gedung pengadilan dan memblokir jalan utama yang membentang di sepanjang Sungai Nil menuju ke gedung itu. Mereka mencegah para hakim masuk gedung.
"Kehendak rakyat lebih kuat dari kehendak beberapa hakim," kata seorang demonstran, Ismail Ahmed (39). Protes ini mengacu pada sistem peradilan Mesir yang berisi banyak hakim dari era pemerintahan mantan orang kuat, Hosni Mubarak, yang digulingkan oleh pemberontakan rakyat tahun lalu.
Sejak Sabtu malam, ratusan ribu pendukung Morsi telah berkumpul. Mereka mencap kubu oposisi sebagai anti Islam. Mereka mengecam para pemimpin oposisi yang sekuler dan liberal. Kondisi ini kian menggiring Mesir ke arah bentrokan masal.
Rancangan konstitusi yang disengketakan di Mesir adalah yang menyatakan prinsip-prinsip Syariah Islam sebagai sumber utama perundang-undangan. Rancangan ini akan dimasukkan ke referendum pada 15 Desember mendatang.
Ini telah memicu krisis politik terburuk di negara itu, sejak pemilihan Morsi pada Juni silam. Saat ini, dua kubu siap saling berhadapan. Pendukung Morsi dari kalangan Islam, bersiap meladeni kubu oposisi yang berhaluan sekuler.
(esn)