Botswana larang perburuan liar mulai 2014
Jum'at, 30 November 2012 - 17:35 WIB
Botswana larang perburuan liar mulai 2014
A
A
A
Sindonews.com – Botswana,salah satu tujuan safari utama di Afrika, akan melarang perburuan liar karena menurunnya populasi binatang. “Pemerintah telah memutuskan menghentikan perburuan liar komersial di daerah perburuan publik atau yang terkontrol mulai 1 Januari 2014,” papar pernyataan Kementerian Lingkungan Botswana, kemarin, dikutip AFP.
Negara yang kaya berlian itu menegaskan bahwa permainan perburuan liar untuk olahraga tidak lagi dianggap sesuai dengan komitmen nasional untuk konservasi dan perlindungan fauna lokal atau pertumbuhan jangka panjang industri pariwisata lokal. Pariwisata berkontribusi untuk 12% gross domestic product (GDP) Botswana.
Konsesi perburuan di negara Afrika itu saat ini ada di Delta Okavango dan di taman-taman wilayah Kalahari, yang terkenal memiliki fasilitas wisata mewah. Negara itu memiliki sejumlah permainan besar seperti gajah, singa, dan kerbau, tapi pemerintah mengkhawatirkan penurunan drastis sejumlah spesies.
“Jika ini dibiarkan,penurunan ini akan mengancam konservasi warisan alam kita dan kesehatan jangka panjang industri pariwisata lokal yang saat ini di urutan kedua setelah industri berlian dalam pendapatan negara,” ungkap pernyataan Kementerian Lingkungan Botswana.
Pemerintah menegaskan bahwa lisensi individu untuk perburuan tertentu, dengan syarat khusus,akan tetap ada. Larangan itu diungkapkan Presiden Botswana Ian Khama dalam pidato kenegaraan bulan lalu.
Awal tahun ini Raja Spanyol Juan Carlos, 74, melakukan perburuan gajah di wilayah Okavango, Botswana, bagian utara. Ekspedisinya dipersingkat karena dia mengalami luka di bagian pinggul. Perburuan itu mendapat kritik keras di Spanyol karena dilakukan saat negara itu mengalami krisis ekonomi.
Negara yang kaya berlian itu menegaskan bahwa permainan perburuan liar untuk olahraga tidak lagi dianggap sesuai dengan komitmen nasional untuk konservasi dan perlindungan fauna lokal atau pertumbuhan jangka panjang industri pariwisata lokal. Pariwisata berkontribusi untuk 12% gross domestic product (GDP) Botswana.
Konsesi perburuan di negara Afrika itu saat ini ada di Delta Okavango dan di taman-taman wilayah Kalahari, yang terkenal memiliki fasilitas wisata mewah. Negara itu memiliki sejumlah permainan besar seperti gajah, singa, dan kerbau, tapi pemerintah mengkhawatirkan penurunan drastis sejumlah spesies.
“Jika ini dibiarkan,penurunan ini akan mengancam konservasi warisan alam kita dan kesehatan jangka panjang industri pariwisata lokal yang saat ini di urutan kedua setelah industri berlian dalam pendapatan negara,” ungkap pernyataan Kementerian Lingkungan Botswana.
Pemerintah menegaskan bahwa lisensi individu untuk perburuan tertentu, dengan syarat khusus,akan tetap ada. Larangan itu diungkapkan Presiden Botswana Ian Khama dalam pidato kenegaraan bulan lalu.
Awal tahun ini Raja Spanyol Juan Carlos, 74, melakukan perburuan gajah di wilayah Okavango, Botswana, bagian utara. Ekspedisinya dipersingkat karena dia mengalami luka di bagian pinggul. Perburuan itu mendapat kritik keras di Spanyol karena dilakukan saat negara itu mengalami krisis ekonomi.
(esn)