Turki bagun PLTN di wilayah perbatasan Bulgaria
Kamis, 29 November 2012 - 12:59 WIB
Turki bagun PLTN di wilayah perbatasan Bulgaria
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Turki, Abdullah Gul mengatakan, Turki berencana membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di kota Igneada, 5 km dari perbatasan Bulgaria. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gil kepada Presiden Bulgaria, Rosen Plevneliev yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan di Turki.
"Pembangunan ini dilakukan karena Turki merupakan negara yang sangat tergantung pada kebutuhan energi, maka kami telah membahas sejumlah proyek nuklir dan gas," ungkap Gul seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (29/11/2012).
"Satu hal yang pasti, pembangunan proyek ini tidak boleh membahayakan bagi lingkungan," imbuh Gul
Pernyataan ini bertentangan dengan laporan awal pemerintah Turki, yang menyebut negara itu tidak memiliki rencana untuk membangun sebuah PLTN di kota yang letaknya hanya beberapa kilometer dari perbatasan Bulgaria.
Igneada merupakan rumah bagi 2 ribu penduduk Turki, yang hanya berjarak 5 km dari Sungai Rezovska, di perbatasan Turki dan Bulgaria. Kabar tentang rencana pembangunan PLTN oleh pemerintah Turki muncul pada 2011. Pembangunan ini akan menambah jumlah PLTN Turki menjadi tiga unit. Pada 2010 lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk membangun dua PLTN.
"Pembangunan ini dilakukan karena Turki merupakan negara yang sangat tergantung pada kebutuhan energi, maka kami telah membahas sejumlah proyek nuklir dan gas," ungkap Gul seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (29/11/2012).
"Satu hal yang pasti, pembangunan proyek ini tidak boleh membahayakan bagi lingkungan," imbuh Gul
Pernyataan ini bertentangan dengan laporan awal pemerintah Turki, yang menyebut negara itu tidak memiliki rencana untuk membangun sebuah PLTN di kota yang letaknya hanya beberapa kilometer dari perbatasan Bulgaria.
Igneada merupakan rumah bagi 2 ribu penduduk Turki, yang hanya berjarak 5 km dari Sungai Rezovska, di perbatasan Turki dan Bulgaria. Kabar tentang rencana pembangunan PLTN oleh pemerintah Turki muncul pada 2011. Pembangunan ini akan menambah jumlah PLTN Turki menjadi tiga unit. Pada 2010 lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk membangun dua PLTN.
(esn)