AS angkat isu soal paspor baru China
Rabu, 28 November 2012 - 21:21 WIB
AS angkat isu soal paspor baru China
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatiran soal desain peta di paspor baru China. "Kami memiliki kekhawatiran tentang peta ini, yang menyebabkan ketegangan dan kecemasan di antara negara-negara di Laut China Selatan," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, Rabu (28/11/2012).
Desain peta pada paspor baru ini memang memicu kontroversi. Peta ini mencangkup hampir semua wilayah di Laut China Selatan. Sejumlah negara tetangga China, seperti Filipina dan Vietnam telah mengajukan protes atas hal ini.
Selain Filipina, garis di Peta itu juga mencakup wilayah perairan Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Peta di paspor baru ini juga menyinggung wilayah kepulauan Diaoyu/Senkakku yang telah menjadi sumber ketegangan antara China dan Jepang. Namun, skala pulau-pulau itu sangat kecil untuk bisa dilihat.
"Kami bermaksud untuk mengangkat masalah ini dengan Cina. Hal menjadi tidak bermanfaat bagi lingkungan, kita semua berusaha untuk mengatasi masalah ini," lanjut Nuland.
Tak seperti beberapa negara Asia yang menolak memberikan cap visa masuk di paspor baru China, AS mengaku akan tetap menerima paspor Cina baru, karena paspor itu memenuhi standard hukum sebuah dokumen perjalanan.
AS sendiri telah mendesak China dan negara-negara di Asia Tenggara untuk menyepakati kode etik sebagai langkah pertama untuk mengurangi ketegangan di Laut China Selatan.
Desain peta pada paspor baru ini memang memicu kontroversi. Peta ini mencangkup hampir semua wilayah di Laut China Selatan. Sejumlah negara tetangga China, seperti Filipina dan Vietnam telah mengajukan protes atas hal ini.
Selain Filipina, garis di Peta itu juga mencakup wilayah perairan Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Peta di paspor baru ini juga menyinggung wilayah kepulauan Diaoyu/Senkakku yang telah menjadi sumber ketegangan antara China dan Jepang. Namun, skala pulau-pulau itu sangat kecil untuk bisa dilihat.
"Kami bermaksud untuk mengangkat masalah ini dengan Cina. Hal menjadi tidak bermanfaat bagi lingkungan, kita semua berusaha untuk mengatasi masalah ini," lanjut Nuland.
Tak seperti beberapa negara Asia yang menolak memberikan cap visa masuk di paspor baru China, AS mengaku akan tetap menerima paspor Cina baru, karena paspor itu memenuhi standard hukum sebuah dokumen perjalanan.
AS sendiri telah mendesak China dan negara-negara di Asia Tenggara untuk menyepakati kode etik sebagai langkah pertama untuk mengurangi ketegangan di Laut China Selatan.
(esn)