Dialog dengan hakim tak ubah dekrit Morsi
Selasa, 27 November 2012 - 17:05 WIB
Dialog dengan hakim tak ubah dekrit Morsi
A
A
A
Sindonews.com - Dialog antara Presiden Mesir Mohamed Morsi dengan para Hakim Senior Mesir (SNJ), tidak mengubah isi dekrit yang dikeluarkan oleh Morsi pada Kamis (22/11/2012). Morsi menyatakan, bahwa dekrit yang dikeluarkannya tidak menyalahi hak sebagai seorang Presiden.
"Dekrit tersebut tidak melanggar aturan hukum yang berlaku di Mesir," ungkap Yasser Ali, Juru Bicara Presiden Mesir, mengutip ucapan Morsi di depan para hakim.
Dekrit yang dikeluarkan Morsi pada pertengahan pekan lalu itu telah memunculkan pertentangan.
Pasalnya, dekrit tersebut semakin memperluas kekuasaan Morsi yang mencakup eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Morsi juga menegaskan, bahwa dekrit yang memberikannya kekuasaan baru itu hanya bersifat sementara. “Dekrit itu bakal berlaku hingga konstitusi baru diadopsi dan disepakati melalui referendum,” tegas Morsi seperti dikutip AFP.
Morsi menekankan, bahwa dekritnya tidak dimaksudkan untuk memusatkan kekuasaan di tangannya. Semula, SNJ memberikan tanggapan keras atas isi dekrit Morsi. Namun, setelah Morsi bersedia melakukan dialog, Minggu (25/11/2012), SNJ melontarkan komentar lebih lunak dan tidak menolak isi dekrit Morsi secara mentah-mentah.
"Presiden mungkin akan setuju dengan keputusan SNJ untuk membatasi isi dari dekritnya. Saya percaya Presiden mungkin juga menginginkan hal tersebut," ungkap Menteri Kehakiman Mesir, Ahmed Mekky seperti dilansir RT, Selasa (27/11/2012).
Menanggapi keputusan ini, Kelompok Ikhawanul Muslimin telah membatalkakn rencana demonstrasi guna menghadang aksi unjuk rasa yang dilakukan kubu oposisi. Aksi protes tersebut rencanya bakal digelar hari ini, dengan mengerahkan 1 juta pendukung Ikhawanul Muslimin.
"Dekrit tersebut tidak melanggar aturan hukum yang berlaku di Mesir," ungkap Yasser Ali, Juru Bicara Presiden Mesir, mengutip ucapan Morsi di depan para hakim.
Dekrit yang dikeluarkan Morsi pada pertengahan pekan lalu itu telah memunculkan pertentangan.
Pasalnya, dekrit tersebut semakin memperluas kekuasaan Morsi yang mencakup eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Morsi juga menegaskan, bahwa dekrit yang memberikannya kekuasaan baru itu hanya bersifat sementara. “Dekrit itu bakal berlaku hingga konstitusi baru diadopsi dan disepakati melalui referendum,” tegas Morsi seperti dikutip AFP.
Morsi menekankan, bahwa dekritnya tidak dimaksudkan untuk memusatkan kekuasaan di tangannya. Semula, SNJ memberikan tanggapan keras atas isi dekrit Morsi. Namun, setelah Morsi bersedia melakukan dialog, Minggu (25/11/2012), SNJ melontarkan komentar lebih lunak dan tidak menolak isi dekrit Morsi secara mentah-mentah.
"Presiden mungkin akan setuju dengan keputusan SNJ untuk membatasi isi dari dekritnya. Saya percaya Presiden mungkin juga menginginkan hal tersebut," ungkap Menteri Kehakiman Mesir, Ahmed Mekky seperti dilansir RT, Selasa (27/11/2012).
Menanggapi keputusan ini, Kelompok Ikhawanul Muslimin telah membatalkakn rencana demonstrasi guna menghadang aksi unjuk rasa yang dilakukan kubu oposisi. Aksi protes tersebut rencanya bakal digelar hari ini, dengan mengerahkan 1 juta pendukung Ikhawanul Muslimin.
(esn)