Putri diktator lawan tangan kanan roh
Selasa, 27 November 2012 - 07:05 WIB
Putri diktator lawan tangan kanan roh
A
A
A
Sindonews.com - Pemilu presiden Korea Selatan (Korsel) akan menjadi ajang pertarungan antara putri diktator militer Park Chung-hee melawan tangan kanan mantan Presiden Roh Moo-hyun.
Pemerintahan otoriter Park menandai bangkitnya Korsel dari kemiskinan menjadi negara maju, dan berakhir saat dia dibunuh pada 1979.
Adapun periode pemerintahan sayap kiri Roh yang hanya satu kali, berakhir dengan kekacauan saat reformasi ekonomi gagal dan kebijakan dialog dengan Korea Utara (Korut) kandas saat Pyongyang bersikeras melanjutkan program nuklir.
Roh lantas bunuh diri pada 2010 setelah dakwaan penyuapan membayangi masa pensiunnya.
Kandidat konservatif, Park Geun-hye, 60, yang bertekad menjadi presiden perempuan pertama di Korsel, dan sayap kiri Moon Jai-in, 59, secara resmi mendaftarkan pencalonannya akhir pekan lalu, setelah kandidat independen Ahn Cheol-soo mengundurkan diri dan mendukung Moon.
Pemerintahan otoriter Park menandai bangkitnya Korsel dari kemiskinan menjadi negara maju, dan berakhir saat dia dibunuh pada 1979.
Adapun periode pemerintahan sayap kiri Roh yang hanya satu kali, berakhir dengan kekacauan saat reformasi ekonomi gagal dan kebijakan dialog dengan Korea Utara (Korut) kandas saat Pyongyang bersikeras melanjutkan program nuklir.
Roh lantas bunuh diri pada 2010 setelah dakwaan penyuapan membayangi masa pensiunnya.
Kandidat konservatif, Park Geun-hye, 60, yang bertekad menjadi presiden perempuan pertama di Korsel, dan sayap kiri Moon Jai-in, 59, secara resmi mendaftarkan pencalonannya akhir pekan lalu, setelah kandidat independen Ahn Cheol-soo mengundurkan diri dan mendukung Moon.
(esn)