Capres Korsel mundur dari pencalonan
Senin, 26 November 2012 - 17:38 WIB
Capres Korsel mundur dari pencalonan
A
A
A
Sindonews.com - Calon Presiden Korea Selatan (Korsel) dari Partai Keadilan Progresif, Sim Sang-jung memutuskan untuk mundur dari pencalonannya sebagai Presiden Korsel. Sim berharap, keputusannya ini bisa menjadi pendorong untuk calon dari partai oposisi Partai Bersatu Demokratis (DUP), Moon Jae-in, untuk mendapatkan lebih banyak dukungan.
Saat ini, ada dua calon kuat yang bersaing untuk menduduki posisi nomor satu di Korsel. Jae-in mendapatkan perlawanan berat dari putri mantan diktator Korsel, Park Geun Hye, yang diusung oleh Partai Saenuri. Ada satu calon lagi yang siap bertarung untuk memimpin Korsel, yaitu Ahn Cheol-soo, yang masuk dari jalur independen.
Jae-in sendiri mendapat dukungan penuh dari negara tetangga, Korea Utara. "Saudara Tiri" Korsel ini ingin Jae-in mengakhiri dominasi Partai Saenuri yang mereka nilai telah merusak hubungan kedua negara.
Seperti dilansir Xinhua, Jae-in mengaku merasa terhormat karena mendapat begitu banyak dukungan. Jae-in yang mantan pengacara ini mengatakan, dirinya akan segera bertemu dengan semua pihak untuk berkoordinasi soal kebijakan yang akan dia lakukan, jika nanti terpilih sebagai presiden.
Pemilihan umum Presiden Korsel dijadwalkan akan berlangsung pada 19 Desember mendatang. Presiden Korsel saat ini, Lee Myung-bak tak bisa ikut dalam persaingan. Sebab, Korsel membatasi masa jabatan Presiden.
Saat ini, ada dua calon kuat yang bersaing untuk menduduki posisi nomor satu di Korsel. Jae-in mendapatkan perlawanan berat dari putri mantan diktator Korsel, Park Geun Hye, yang diusung oleh Partai Saenuri. Ada satu calon lagi yang siap bertarung untuk memimpin Korsel, yaitu Ahn Cheol-soo, yang masuk dari jalur independen.
Jae-in sendiri mendapat dukungan penuh dari negara tetangga, Korea Utara. "Saudara Tiri" Korsel ini ingin Jae-in mengakhiri dominasi Partai Saenuri yang mereka nilai telah merusak hubungan kedua negara.
Seperti dilansir Xinhua, Jae-in mengaku merasa terhormat karena mendapat begitu banyak dukungan. Jae-in yang mantan pengacara ini mengatakan, dirinya akan segera bertemu dengan semua pihak untuk berkoordinasi soal kebijakan yang akan dia lakukan, jika nanti terpilih sebagai presiden.
Pemilihan umum Presiden Korsel dijadwalkan akan berlangsung pada 19 Desember mendatang. Presiden Korsel saat ini, Lee Myung-bak tak bisa ikut dalam persaingan. Sebab, Korsel membatasi masa jabatan Presiden.
(esn)