Morsi dijuluki sebagai Firaun baru

Sabtu, 24 November 2012 - 12:24 WIB
Morsi dijuluki sebagai...
Morsi dijuluki sebagai Firaun baru
A A A
Sindonews.com - Dekrit Mursi itu juga menjadi pertanyaan besar mengenai masa depan Mesir setelah aksi penggulingan Mubarak. Dalam dekrit itu disebutkan bahwa keputusan presiden tak bisa diganggu-gugat oleh institusi mana pun, termasuk oleh lembaga peradilan.

“Presiden dapat menerbitkan keputusan apa pun atau langkah apa pun untuk melindungi revolusi,”demikian dekrit presiden yang dibicarakan Juru Bicara Kepresidenan Mesir Yasser Ali.

“Deklarasi konstitusi,keputusan dan hukum yang dibuat presiden adalah final dan bukan hal yang dapat digugat.” Menurut Ali, dekrit ini dianggap sebagai upaya membersihkan institusi negara serta menghancurkan infrastruktur rezim lama. Dia menambahkan, Mursi bakal mengeluarkan Undang-Undang baru yang bakal diratifikasi parlemen baru.

Mursi juga memerintahkan penyidikan terhadap pembunuhan para demonstran dan menangkap siapa pun yang terkait dengan hal tersebut. Upaya baru yang dilakukan Mursi itu langsung disambut negatif dan demonstrasi oleh kubu oposisi. Mereka menyebut Mursi sebagai “firaun baru”.

Oposisi juga menyebut deklarasi itu sebagai “kudeta” dan menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran kemarin. “Ini merupakan kudeta melawan legitimasi. Kita menyerukan semua rakyat Mesir untuk berdemonstrasi di seluruh lapangan pada Jumat (kemarin),” kata Sameh Ashour, ketua sindikasi pengacara dalam konferensi pers bersama pemimpin oposisi Mohamed El Baradei dan Amr Mussa.

Mereka menuding Mursi memonopoli semua cabang-cabang pemerintah dan mengamputasi independensi kehakiman. Peraih Nobel dan mantan Ketua Badan Energi Atom PBB ElBaradei juga mengecam deklarasi Mursi.“Mursi telah merampas semua kekuasaan negara dan menunjukkan diri sebagai firaun baru Mesir.

Tekanan besar terhadap revolusi bakal memicu konsekuensi besar,” tulis ElBaradei dalam akun Twitter-nya. Wael Ghonim,salah satu sosok kunci dalam aksi penggulingan Presiden Husni Mubarak tahun lalu,mengatakan bahwa revolusi tidak dibuat untuk menjadi diktator baik.

“Ada perbedaan, ada keputusan revolusioner dan keputusan diktator,”ujar dia seperti dikutip BBC. “Cuma Tuhan saja yang keputusannya tak dapat diganggu-gugat.” Ketua Perkumpulan Hakim Ahmed al-Zind mengungkapkan, hakim-hakim bakal menggelar pertemuan pada Sabtu (hari ini) untuk memutuskan langkah selanjutnya. “Kita bakal melakukan aksi, bukan hanya kata-kata,”kata Zind.

Presiden Mursi juga mencopot Jaksa Agung Abdel Maguid Mahmoud serta memerintahkan kembali persidangan ulang terhadap orang-orang yang didakwa menyerang peserta aksi protes saat Mubarak masih berkuasa.

Keputusan Mahmoud untuk membebaskan para perwira yang diduga terlibat dalam penyerangan itu berbuntut pada bentrokan di Lapangan Tahrir di Kairo bulan Oktober lalu, di mana kubu pendukung dan penentang Mursi saling berhadapan.

Mursi kemudian menunjuk Talaat Ibrahim Abdallah sebagai Jaksa Agung. Beberapa menit setelah penunjukan, Abdallah pun langsung disumpah dan ditayangkan di televisi.

“Saya berjanji siang dan malam untuk mewujudkan cita-cita revolusi,”katanya. Namun, seorang pejabat senior Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin,menyatakan bahwa dekrit Mursi merupakan langkah untuk menjamin revolusi berjalan pada tempatnya.

“Kami tidak bisa menemukan kesempatan untuk mengeksekusi siapa saja orang di dalam kementerian dalam negeri yang bertanggung jawab atas pembunuhan,” kata Gehad Haddad. Hal senada diungkapkan Mahmoud Ghozlan,juru bicara Ikhwanul Muslimin.

Dia menegaskan, dekrit presiden sebagai langkah populer dan revolusioner. Dekrit dianggap sebagai upaya untuk menjamin ketidakpastian yang masih mengambang atas nasib dewan yang menulis konstitusi.
(esn)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
28 menit yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
2 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
5 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
6 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved