Diprotes, ketua ASEAN ralat pernyataan

Kamis, 22 November 2012 - 12:37 WIB
Diprotes, ketua ASEAN...
Diprotes, ketua ASEAN ralat pernyataan
A A A
Sindonews.com - Draf pernyataan ketua Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menimbulkan perselisihan internal antar-anggota blok regional tersebut.

Pasalnya, draf itu menyatakan bahwa ASEAN sepakat isu Laut China Selatan tidak boleh diinternasionalisasikan. Ini membuat beberapa negara mendesak ketua ASEAN, Kamboja, meralat ketidaktelitian draf tersebut.

“Ketidaktelitian itu diingatkan pada Ketua ASEAN Kamboja saat draf pernyataan itu dibagikan pertama kali. Tapi, tampaknya ketidaktelitian itu tidak diperbaiki dalam draf akhir yang diterima para pejabat pada pagi hari terakhir konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN. Karena itu, perwakilan negara-negara anggota mengirimkan surat pada Ketua Kamboja untuk membuat perubahan,” papar sejumlah diplomat ASEAN, dikutip AFP.

Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan, draf pernyataan ketua ASEAN salah mengutip hasil diskusi para pemimpin blok regional itu tentang masalah Laut China Selatan.Singapura bersama Filipina yang pertama mengungkapkan masalah tersebut. Brunei, Indonesia, Vietnam dan Singapura juga menjelaskan sikap mereka pada Ketua Kamboja terkait masalah tersebut.

Para diplomat mengatakan, paragraf draf pernyataan mengenai konflik Laut China Selatan itu telah dihapus dari pernyataan ketua. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura menjelaskan, pihaknya senang dengan pernyataan ketua ASEAN yang lebih akurat mencerminkan hasil diskusi para pemimpin blok tersebut mengenai isu Laut China Selatan. Singapura kemudian mengeluarkan pernyataan sikapnya sendiri.

“Selama berbagai klaim kedaulatan, masalah itu telah diselesaikan antara pihak terkait, negara-negara yang mengklaim tersebut. Peran ASEAN dalam hal ini ialah menyarankan, menengahi, dan mengekang. Dan, kami berupaya bekerja sesuai Kode Tingkah Laku sebagai langkah selanjutnya.

Komunitas internasional memiliki kepentingan dalam isu ini. Anggota ASEAN dan negara-negara yang mengklaim, kami serahkan pada mereka untuk memberi penilaian tentang cara mengatasinya,” papar Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

Lee menekankan bahwa isu Laut China Selatan tidak menghentikan negara-negara yang mengklaimnya untuk saling bekerja sama. Karena itu, salah satu proyek besar yang diluncurkan seiring KTT ASEAN itu ialah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional.
(esn)
Berita Terkait
5 Fakta KTT ASEAN di...
5 Fakta KTT ASEAN di Malaysia, dari Keanggotaan Timor Leste hingga Perdamaian Kamboja-Thailand
Dilirik Para Pemimpin...
Dilirik Para Pemimpin Dunia, Pengaruh Geopolitik ASEAN Makin Perkasa
Timor Leste Resmi Jadi...
Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Xanana Gusmao: Babak Baru yang Menginspirasi
3 Alasan Timor Leste...
3 Alasan Timor Leste Baru Bergabung ASEAN pada 2025, dari Pembangunan hingga Menjaga Stabilitas
Jokowi: Saya Tak Ingin...
Jokowi: Saya Tak Ingin Kesatuan dan Sentralitas ASEAN Hanya Jadi Mantra Kosong
Peran Aktif Indonesia...
Peran Aktif Indonesia dalam ASEAN
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
27 menit yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
2 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
5 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved