Kantor biro Al-Jazeera hangus diserang bom molotov
Rabu, 21 November 2012 - 20:45 WIB
Kantor biro Al-Jazeera hangus diserang bom molotov
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah kantor biro stasiun televisi Al-Jazeera di Ibu Kota Mesir, Kairo, menjadi sararan lemparan bom demonstran yang bentrok di alun-alun Tahrir, Rabu (21/11/2012) siang waktu setempat.
"Pelaku penyerangan yang tidak dikenal, tiba-tiba saja melemparkan bom molotov ke kantor berita Al-Jazeera yang lokasinya menghadap ke alun-alun Tahrir. Bom molotov tersebut memicu ledakan besar. Tim penyelamat lantas berusaha keras memadamkan korbaran api akibat ledakan bom molotov tersebut," ungkap polisi Mesir.
Meski tidak ada laporan korban tewas dan terluka, namun terlihat jelas kalau ledakan tersebut telah memicu kerusakan besar dalam gedung. Sejumlah peralatan siaran dan dinding kantor tersebut hangus terbakar.
Seorang pejabat Kementrian Dalam Negeri Mesir mengatakan, polisi Mesir telah menahan 118 orang yang telibat dalam aksi protes. Aksi ini digelar menandai satu tahun bentrok mematikan dalam protes menentang kekuasan militer di Mesir.
Petugas medis mengatakan, jumlah korban luka akibat bentrok dalam aksi protes yang digelar sejak awal pekan lalu itu telah mencapai 60 orang. Salah seorang demonstran dilaporkan kritis akibat serangan tersebut.
"Pelaku penyerangan yang tidak dikenal, tiba-tiba saja melemparkan bom molotov ke kantor berita Al-Jazeera yang lokasinya menghadap ke alun-alun Tahrir. Bom molotov tersebut memicu ledakan besar. Tim penyelamat lantas berusaha keras memadamkan korbaran api akibat ledakan bom molotov tersebut," ungkap polisi Mesir.
Meski tidak ada laporan korban tewas dan terluka, namun terlihat jelas kalau ledakan tersebut telah memicu kerusakan besar dalam gedung. Sejumlah peralatan siaran dan dinding kantor tersebut hangus terbakar.
Seorang pejabat Kementrian Dalam Negeri Mesir mengatakan, polisi Mesir telah menahan 118 orang yang telibat dalam aksi protes. Aksi ini digelar menandai satu tahun bentrok mematikan dalam protes menentang kekuasan militer di Mesir.
Petugas medis mengatakan, jumlah korban luka akibat bentrok dalam aksi protes yang digelar sejak awal pekan lalu itu telah mencapai 60 orang. Salah seorang demonstran dilaporkan kritis akibat serangan tersebut.
(esn)