Warga San Fansisco dilarang bugil
Rabu, 21 November 2012 - 20:42 WIB
Warga San Fansisco dilarang bugil
A
A
A
Sindonews.com - Meski dikenal sebagai kota yang bebas dan paling liberal di Amerika Serikat (AS), namun tetap muncul keluhan dari warga Castro, salah satu Distrik di San Fransisco. Warga Distrik Castro mengeluh dengan kian banyaknya orang yang berbugil ria di jalan-jalan raya.
Pengawas Distrik Castro, Scott Wiener, memutuskan untuk melarang aksi bugil di depan publik. Enam dari 11 anggota Parlemen San Fansisco akhirnya setuju melarang aksi bugil yang kerap dilakukan sejumlah warga Castro di tempat umum.
"Esperesi kebebasan secara abstrak itu benar-benar bagus, sampai itu terjadi di lingkungan Anda," ungkap Wiener. "Saya jamin tidak ada orang yang meladeni apa yang anda lakukan selama Anda berada di Castro," imbuh Wiener.
Sementara itu, di dalam gedung Balai Kota, sekelompok kecil orang berkumpul menentang keputusan pemerintah yang melarang aksi berbugil ria. Seorang wanita lantas menanggalkan bajunya, sebagai bentuk pengejekan atas diterapkannya larangan tersebut.
Wiener mengatakan, di bawah aturan baru ini, aksi bugil masih boleh dilakukan dalam acara festival atau parade tertentu dan di pantai.
"Berdasarkan aturan hukum yang baru ini, ke depanya warga yang berumur di atas lima tahun dilarang memamerkan alat kelamin mereka di depan umum. Akan dikenakan denda USD100 bagi pelanggaran pertama dan meningkat menjadi USD500 dan satu tahun penjara untuk pelanggaran ketiga kalinya," ungkap Wiener.
Wiener mengatakan, hukum ini akhirnya disetujui setelah 15 tahun warga memperjuangan pengetatan hukum atas aksi bugil di tempat umum.
Pengawas Distrik Castro, Scott Wiener, memutuskan untuk melarang aksi bugil di depan publik. Enam dari 11 anggota Parlemen San Fansisco akhirnya setuju melarang aksi bugil yang kerap dilakukan sejumlah warga Castro di tempat umum.
"Esperesi kebebasan secara abstrak itu benar-benar bagus, sampai itu terjadi di lingkungan Anda," ungkap Wiener. "Saya jamin tidak ada orang yang meladeni apa yang anda lakukan selama Anda berada di Castro," imbuh Wiener.
Sementara itu, di dalam gedung Balai Kota, sekelompok kecil orang berkumpul menentang keputusan pemerintah yang melarang aksi berbugil ria. Seorang wanita lantas menanggalkan bajunya, sebagai bentuk pengejekan atas diterapkannya larangan tersebut.
Wiener mengatakan, di bawah aturan baru ini, aksi bugil masih boleh dilakukan dalam acara festival atau parade tertentu dan di pantai.
"Berdasarkan aturan hukum yang baru ini, ke depanya warga yang berumur di atas lima tahun dilarang memamerkan alat kelamin mereka di depan umum. Akan dikenakan denda USD100 bagi pelanggaran pertama dan meningkat menjadi USD500 dan satu tahun penjara untuk pelanggaran ketiga kalinya," ungkap Wiener.
Wiener mengatakan, hukum ini akhirnya disetujui setelah 15 tahun warga memperjuangan pengetatan hukum atas aksi bugil di tempat umum.
(esn)