2 ribu anak mengalami pelecehan seksual di Inggris
Rabu, 21 November 2012 - 18:04 WIB
2 ribu anak mengalami pelecehan seksual di Inggris
A
A
A
Sindonews.com - Kantor Komisaris Anak Inggris mengatakan, selama 2010 hingga 2011, jumlah pemerkosan dan pelecehan terhadap anak-anak di Inggris mencapai 2.409 orang.
Berdasarkan hasil penyelidikan internal yang dilakukan oleh Komisaris Anak di Inggris, lebih dari 16 ribu anak beresiko tinggi mengalami pelecehan seksual yang kerap dilakukan anggota geng dan kelompok tertentu.
Wakil Komisaris Anak, Sue Berelowitz mengatakan, mereka sengaja menerbitkan laporan tersebut setelah menyadari rendahnya keperdulian orang atau lembaga tertentu terhadap peringatan untuk melindungi anak mereka dari pemerkosaan dan serangan seksual.
"Agen perlindungan anak di seluruh Inggris tidak cukup menyadari tanda-tanda peringatan dan mereka tidak mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak," ungkap Berelowitz.
"Tentu saja ada beberapa agen perlindungan anak yang melakukan pekerjaan yang baik ini, tapi jumlah agen yang tidak serius menanggapi hal ini lebih banyak. Dalam kasus tertentu, anak-anak terjerumus melalui internet," terang Berelowitz.
Berelowitz mengatakan, situasi ini sangat-sangat mengkhawatirkan. Yang pasti, ada anak-anak yang butuh perlindungan dan sampai saat ini mereka tidak dilindungi. Berelowitz mengungkapkan, kejahatan terhadap anak ini memiliki pola dan mereka yang menjadi korban bisa diprediksi sebelumnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan yang dikeluarkan oleh Komisaris Anak, aksi pemerikosaan dan pelecahan seksual ini dilakukan oleh pria kulit putih yang tergabung dalam sebuah geng atau kelompok.
Komisari Anak merilis laporan ini sembilan bulan setelah menangkap dan menahan sembilan pemuda di penjara di Liverpoool, karena tengah asik berpesta minuman keras dan obat-obatan terlarang bersama 13 gadis muda di Rochdale.
Berdasarkan hasil penyelidikan internal yang dilakukan oleh Komisaris Anak di Inggris, lebih dari 16 ribu anak beresiko tinggi mengalami pelecehan seksual yang kerap dilakukan anggota geng dan kelompok tertentu.
Wakil Komisaris Anak, Sue Berelowitz mengatakan, mereka sengaja menerbitkan laporan tersebut setelah menyadari rendahnya keperdulian orang atau lembaga tertentu terhadap peringatan untuk melindungi anak mereka dari pemerkosaan dan serangan seksual.
"Agen perlindungan anak di seluruh Inggris tidak cukup menyadari tanda-tanda peringatan dan mereka tidak mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak," ungkap Berelowitz.
"Tentu saja ada beberapa agen perlindungan anak yang melakukan pekerjaan yang baik ini, tapi jumlah agen yang tidak serius menanggapi hal ini lebih banyak. Dalam kasus tertentu, anak-anak terjerumus melalui internet," terang Berelowitz.
Berelowitz mengatakan, situasi ini sangat-sangat mengkhawatirkan. Yang pasti, ada anak-anak yang butuh perlindungan dan sampai saat ini mereka tidak dilindungi. Berelowitz mengungkapkan, kejahatan terhadap anak ini memiliki pola dan mereka yang menjadi korban bisa diprediksi sebelumnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan yang dikeluarkan oleh Komisaris Anak, aksi pemerikosaan dan pelecahan seksual ini dilakukan oleh pria kulit putih yang tergabung dalam sebuah geng atau kelompok.
Komisari Anak merilis laporan ini sembilan bulan setelah menangkap dan menahan sembilan pemuda di penjara di Liverpoool, karena tengah asik berpesta minuman keras dan obat-obatan terlarang bersama 13 gadis muda di Rochdale.
(esn)