Penyanyi lagu rakyat yang segera menjadi Ibu Negara China
Senin, 19 November 2012 - 12:30 WIB
Penyanyi lagu rakyat yang segera menjadi Ibu Negara China
A
A
A
Sindonews.com - Selama beberapa dekade, Peng Liyuan tampil di program televisi pemerintah China dengan menyanyikan lagu rakyat yang menceritakan kebangkitan China. Sekarang,dia akan menjadi Ibu Negara China yang baru.
Penampilan terbaru Peng di televisi nasional China pada Januari silam. Dia diiringi oleh puluhan penari di belakangnya. Peng saat itu tampil sebagai penutup dalam acara menyambut Tahun Baru China tahun ini.
"Rakyat yang menjadi bagian partai,peduli tentang keabadian,” nyanyi Peng yang berpakaian seragam militer putih. Dia bernyanyi di depan penonton, termasuk Presiden China Hu Jintao dan suaminya sendiri, pemimpin China mendatang Xi Jinping.
Peng merupakan istri yang banyak muncul ke publik dan sudah sangat terkenal. Popularitasnya hanya bisa disamai oleh istri mendiang Ketua Mao Zedong, Jiang Qing. Ini sangat kontras dengan banyak perempuan yang menjadi istri para pemimpin China sebelumnya, mulai dari Deng Xiaoping hingga Hu Jintao yang banyak di belakang layar.
Jika dibandingkan di luar negeri, Peng mirip dengan mantan Ibu Negara Prancis Carla Bruni. Diperkirakan, status Peng Liyuan sebagai selebritas dapat membuat kepemimpinan komunis menjadi lebih populer di mata publik.
”Citra Partai Komunis sangat membosankan dan para pemimpinnya seperti robot sebagai mesin negara yang tidak memiliki kehangatan personal sedikit pun,” kata Li Yinhe, seorang sosiolog di Chinese Academy of Social Sciences, lembaga think-tank di Beijing, dikutip BBC. "Peng Liyuan diperkirakan membawa sesuatu yang berbeda untuk kepemimpinan China,”ujarnya. Meski demikian, media China akan lebih berhati-hati dengan Peng. Karier musik Peng tidak banyak dikomentari media.
”Sulit untuk berkomentar tentang musiknya, semakin rumit dengan situasinya sekarang. Kami tidak ingin berkomentar tentang dia terlalu banyak.Jika Anda bilang dia bagus, yang lain akan bilang itu gosip. Jika Anda bilang dia tidak bagus, beberapa pihak mungkin keberatan.Sulit untuk mengatakan apa pun,”kata He Li, Direktur Badan Musik Lagu Rakyat China.
Peng yang mendapat julukan ”Peri Peony” itu bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat China pada awal kariernya, dan namanya diakui sebagai penghibur oleh Partai Komunis.
Hal ini karena Peng sering tampil di televisi negara untuk menyanyikan lagu-lagu propaganda dengan judul seperti Harapan dan Rakyat dari Desa Kami. ”Mungkin 90% lagunya sesuai keinginan Partai Komunis dan sisanya merayakan keindahan hidup kita,”tutur pengkritik musik Qi Youyi, dengan nada sinis dalam suaranya. Sekarang Peng hanya tampil di panggung dalam acara tertentu, terutama penampilan di televisi pemerintah.
"Meskipun namanya sangat terkenal, musiknya kebanyakan diapresiasi oleh orang berusia di atas 40 tahun,”ungkap He Li. ”Orang yang menyukai lagunya sebagian besar lahir di era saat hanya ada sedikit jenis penampilan musik dan siaran televisi, mungkin hanya radio. Saat itu tidak ada banyak hiburan. Jika Anda menyanyikannya sekarang, tidak terlalu banyak orang yang menyukainya,” tutur He Li.
Peng mengakui dia tidak selalu senang terlalu dekat dengan Partai Komunis. Seperti Xi Jinping, keluarganya disiksa saat Revolusi Kebudayaan. Dalam wawancara dengan televisi China pada 2004, Peng menyatakan ayahnya termasuk kontrarevolusioner karena beberapa kerabatnya menjadi tentara Taiwan.
Penampilan terbaru Peng di televisi nasional China pada Januari silam. Dia diiringi oleh puluhan penari di belakangnya. Peng saat itu tampil sebagai penutup dalam acara menyambut Tahun Baru China tahun ini.
"Rakyat yang menjadi bagian partai,peduli tentang keabadian,” nyanyi Peng yang berpakaian seragam militer putih. Dia bernyanyi di depan penonton, termasuk Presiden China Hu Jintao dan suaminya sendiri, pemimpin China mendatang Xi Jinping.
Peng merupakan istri yang banyak muncul ke publik dan sudah sangat terkenal. Popularitasnya hanya bisa disamai oleh istri mendiang Ketua Mao Zedong, Jiang Qing. Ini sangat kontras dengan banyak perempuan yang menjadi istri para pemimpin China sebelumnya, mulai dari Deng Xiaoping hingga Hu Jintao yang banyak di belakang layar.
Jika dibandingkan di luar negeri, Peng mirip dengan mantan Ibu Negara Prancis Carla Bruni. Diperkirakan, status Peng Liyuan sebagai selebritas dapat membuat kepemimpinan komunis menjadi lebih populer di mata publik.
”Citra Partai Komunis sangat membosankan dan para pemimpinnya seperti robot sebagai mesin negara yang tidak memiliki kehangatan personal sedikit pun,” kata Li Yinhe, seorang sosiolog di Chinese Academy of Social Sciences, lembaga think-tank di Beijing, dikutip BBC. "Peng Liyuan diperkirakan membawa sesuatu yang berbeda untuk kepemimpinan China,”ujarnya. Meski demikian, media China akan lebih berhati-hati dengan Peng. Karier musik Peng tidak banyak dikomentari media.
”Sulit untuk berkomentar tentang musiknya, semakin rumit dengan situasinya sekarang. Kami tidak ingin berkomentar tentang dia terlalu banyak.Jika Anda bilang dia bagus, yang lain akan bilang itu gosip. Jika Anda bilang dia tidak bagus, beberapa pihak mungkin keberatan.Sulit untuk mengatakan apa pun,”kata He Li, Direktur Badan Musik Lagu Rakyat China.
Peng yang mendapat julukan ”Peri Peony” itu bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat China pada awal kariernya, dan namanya diakui sebagai penghibur oleh Partai Komunis.
Hal ini karena Peng sering tampil di televisi negara untuk menyanyikan lagu-lagu propaganda dengan judul seperti Harapan dan Rakyat dari Desa Kami. ”Mungkin 90% lagunya sesuai keinginan Partai Komunis dan sisanya merayakan keindahan hidup kita,”tutur pengkritik musik Qi Youyi, dengan nada sinis dalam suaranya. Sekarang Peng hanya tampil di panggung dalam acara tertentu, terutama penampilan di televisi pemerintah.
"Meskipun namanya sangat terkenal, musiknya kebanyakan diapresiasi oleh orang berusia di atas 40 tahun,”ungkap He Li. ”Orang yang menyukai lagunya sebagian besar lahir di era saat hanya ada sedikit jenis penampilan musik dan siaran televisi, mungkin hanya radio. Saat itu tidak ada banyak hiburan. Jika Anda menyanyikannya sekarang, tidak terlalu banyak orang yang menyukainya,” tutur He Li.
Peng mengakui dia tidak selalu senang terlalu dekat dengan Partai Komunis. Seperti Xi Jinping, keluarganya disiksa saat Revolusi Kebudayaan. Dalam wawancara dengan televisi China pada 2004, Peng menyatakan ayahnya termasuk kontrarevolusioner karena beberapa kerabatnya menjadi tentara Taiwan.
(esn)