Pemilihan Xi Jinping tandai perubahan radikal PKC
Sabtu, 17 November 2012 - 13:31 WIB
Pemilihan Xi Jinping tandai perubahan radikal PKC
A
A
A
Sindonews.com - Seiring penunjukan Wakil Presiden China Xi Jinping sebagai sekretaris jenderal, Partai Komunis China (PKC) melakukan perubahan radikal dengan membuat proses seleksi para pemimpin secara lebih terbuka melalui pemilihan umum (pemilu).
Untuk kali pertama mekanisme pemilu ini akan diperkenalkan pada Mei tahun depan. PKC yang berkuasa sejak 1949 menyatakan, demokrasi intrapartai untuk mempertahankan legitimasinya menghadapi berbagai skandal korupsi dan kerusuhan yang meluas serta meningkatnya kesenjangan sosial.
”Partai menggelar pertemuan para kader di Beijing pada Mei dan secara demokratis akan merekomendasikan anggota Komite Kehormatan Politburo yang terdiri atas 7 orang dan 25 anggota Politburo,” ungkap kantor berita Xinhuakemarin,beberapa jam setelah jajaran baru untuk Politburo diumumkan dalam Kongres.
Pemilu semacam itu tampaknya bukan sebagai sinyal untuk reformasi politik demokratis, tapi lebih pada upaya partai meningkatkan akuntabilitas dan agar anggota lembaga tertinggi lebih memiliki checks and balances.
Dalam kongres sebelumnya yang digelar sekali tiap lima tahun,pemilih hanya memiliki sedikit pilihan. Jumlah kandidatnya sama dengan jumlah kursi di Politburo dan Komite Kehormatan Politburo. Karena sangat tertutup, perubahan kepemimpinan di China lebih seperti politik dagang sapi antara petinggi partai dan para mantan pemimpin yang masih berpengaruh untuk mempertahankan kekuasaan politik dan melindungi kepentingan keluarga.
Namun perubahan yang terjadi juga harus melalui proses pemilu yang direkayasa. Xinhua mengungkapkan, para kader yang akan mengikuti pemilu harus memiliki semangat partai dan setia kepada partai. Para kandidat yang akan duduk di Politburo juga harus jujur dan memiliki integritas.Politikus berusia 68 tahun atau lebih tua itu tidak boleh bergabung dalam Komite Kehormatan Politburo.
”Proses rekomendasi demokrasi melibatkan diskusi informal,” ungkap Xinhua. Kantor berita Reuterspekan lalu melaporkan bahwa Hu Jintao dan Xi Jinping berupaya mengadopsi proses yang lebih demokratis untuk memilih pemimpin puncak demi mendorong legitimasinya di mata publik.
Xi menggantikan Hu sebagai ketua partai dan militer pada Kamis (15/11). Ini merupakan yang kedua kalinya partai menggelar transisi damai dalam lebih dari enam dekade.
Xi akan menggantikan Hu sebagai presiden saat sesi tahunan parlemen Maret 2013. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan ucapan selamat kepada Xi.
"Saya berharap kita dapat bekerja sama pada tahun-tahun mendatang, membangun yang saling menguntungkan bagi perdamaian dan kemakmuran masyarakat kita bersama, terutama dalam kerja sama ekonomi dan keamanan regional serta global,” kata Obama melalui surat resmi yang dikutip media setempat kemarin.
Ucapan selamat juga disampaikan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. Dia menilai PKC berhasil melakukan capaian-capaian yang mengesankan untuk memajukan China. ”Saya yakin apa yang telah dihasilkan dalam Kongres Nasional Ke-18 Partai Komunis China dapat terus memberikan kemakmuran bagi rakyat China di masa-masa mendatang,”kata mantan Presiden Rusia itu.
Untuk kali pertama mekanisme pemilu ini akan diperkenalkan pada Mei tahun depan. PKC yang berkuasa sejak 1949 menyatakan, demokrasi intrapartai untuk mempertahankan legitimasinya menghadapi berbagai skandal korupsi dan kerusuhan yang meluas serta meningkatnya kesenjangan sosial.
”Partai menggelar pertemuan para kader di Beijing pada Mei dan secara demokratis akan merekomendasikan anggota Komite Kehormatan Politburo yang terdiri atas 7 orang dan 25 anggota Politburo,” ungkap kantor berita Xinhuakemarin,beberapa jam setelah jajaran baru untuk Politburo diumumkan dalam Kongres.
Pemilu semacam itu tampaknya bukan sebagai sinyal untuk reformasi politik demokratis, tapi lebih pada upaya partai meningkatkan akuntabilitas dan agar anggota lembaga tertinggi lebih memiliki checks and balances.
Dalam kongres sebelumnya yang digelar sekali tiap lima tahun,pemilih hanya memiliki sedikit pilihan. Jumlah kandidatnya sama dengan jumlah kursi di Politburo dan Komite Kehormatan Politburo. Karena sangat tertutup, perubahan kepemimpinan di China lebih seperti politik dagang sapi antara petinggi partai dan para mantan pemimpin yang masih berpengaruh untuk mempertahankan kekuasaan politik dan melindungi kepentingan keluarga.
Namun perubahan yang terjadi juga harus melalui proses pemilu yang direkayasa. Xinhua mengungkapkan, para kader yang akan mengikuti pemilu harus memiliki semangat partai dan setia kepada partai. Para kandidat yang akan duduk di Politburo juga harus jujur dan memiliki integritas.Politikus berusia 68 tahun atau lebih tua itu tidak boleh bergabung dalam Komite Kehormatan Politburo.
”Proses rekomendasi demokrasi melibatkan diskusi informal,” ungkap Xinhua. Kantor berita Reuterspekan lalu melaporkan bahwa Hu Jintao dan Xi Jinping berupaya mengadopsi proses yang lebih demokratis untuk memilih pemimpin puncak demi mendorong legitimasinya di mata publik.
Xi menggantikan Hu sebagai ketua partai dan militer pada Kamis (15/11). Ini merupakan yang kedua kalinya partai menggelar transisi damai dalam lebih dari enam dekade.
Xi akan menggantikan Hu sebagai presiden saat sesi tahunan parlemen Maret 2013. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan ucapan selamat kepada Xi.
"Saya berharap kita dapat bekerja sama pada tahun-tahun mendatang, membangun yang saling menguntungkan bagi perdamaian dan kemakmuran masyarakat kita bersama, terutama dalam kerja sama ekonomi dan keamanan regional serta global,” kata Obama melalui surat resmi yang dikutip media setempat kemarin.
Ucapan selamat juga disampaikan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. Dia menilai PKC berhasil melakukan capaian-capaian yang mengesankan untuk memajukan China. ”Saya yakin apa yang telah dihasilkan dalam Kongres Nasional Ke-18 Partai Komunis China dapat terus memberikan kemakmuran bagi rakyat China di masa-masa mendatang,”kata mantan Presiden Rusia itu.
(esn)