Ibu Negara Korsel diperiksa Jaksa
Selasa, 13 November 2012 - 17:51 WIB
Ibu Negara Korsel diperiksa Jaksa
A
A
A
Sindonews.com – Ibu Negara Korea Selatan (Korsel), Kim Yoon-ok, akan diperiksa secara tertulis oleh jaksa khusus yang menyelidiki pelanggaran dalam pembelian rumah pensiun bagi Presiden Lee Myung-bak.
Pemeriksaan Kim itu muncul pada masa sensitif menjelang pemilu presiden yang bakal digelar 19 Desember mendatang. Sebelumnya, jaksa telah memeriksa putra dan kakak Presiden Lee. Tapi, asisten penasihat khusus Lee Chang-hoon memaparkan, protokol mengatur bahwa Kim tidak akan diwajibkan hadir dalam penyelidikan secara langsung.
“Kami telah memutuskan melakukan pemeriksaan tertulis kepada ibu negara,” papar Changhoon, seperti dikutip AFP. Penyelidikan itu difokuskan pada pelanggaran dalam pembelian sepetak tanah di pinggiran selatan Seoul yang akan dipakai untuk membangun rumah pensiun bagi Presiden Lee begitu dia resmi pensiun Januari mendatang.
Tanah itu dibeli patungan oleh putra presiden, Lee Sihyung, dan paspampres yang butuh menempatkan agennya di lokasi itu. Tapi, biaya pembelian diduga tidak dibagi secara adil, dengan indikasi paspampres membayar terlalu mahal untuk bagian mereka, sedangkan anak Si-hyung mendapatkan harga di bawah pasar.
Pemeriksaan Kim itu muncul pada masa sensitif menjelang pemilu presiden yang bakal digelar 19 Desember mendatang. Sebelumnya, jaksa telah memeriksa putra dan kakak Presiden Lee. Tapi, asisten penasihat khusus Lee Chang-hoon memaparkan, protokol mengatur bahwa Kim tidak akan diwajibkan hadir dalam penyelidikan secara langsung.
“Kami telah memutuskan melakukan pemeriksaan tertulis kepada ibu negara,” papar Changhoon, seperti dikutip AFP. Penyelidikan itu difokuskan pada pelanggaran dalam pembelian sepetak tanah di pinggiran selatan Seoul yang akan dipakai untuk membangun rumah pensiun bagi Presiden Lee begitu dia resmi pensiun Januari mendatang.
Tanah itu dibeli patungan oleh putra presiden, Lee Sihyung, dan paspampres yang butuh menempatkan agennya di lokasi itu. Tapi, biaya pembelian diduga tidak dibagi secara adil, dengan indikasi paspampres membayar terlalu mahal untuk bagian mereka, sedangkan anak Si-hyung mendapatkan harga di bawah pasar.
(esn)