China kecam komentar Dalai Lama soal sengketa pulau
Senin, 12 November 2012 - 21:55 WIB
China kecam komentar Dalai Lama soal sengketa pulau
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China menuduh pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama telah
bersekutu dengan sayap kanan Jepang soal sengketa pulau di Laut China Timur. Pemerintah China berang, karena Dalai Lama menyebut kepulauan itu dengan menggunakan nama Jepang.
Kepulauan yang disengketakan itu disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China. Ketegangan antara China dan Jepang memuncak, setelah pemerintah Jepang membeli kepualaun itu dari seorang pemilik swasta. China dan Jepang sama-sama mengirimkan kapal untuk berpatroli di kepulauan tersebut.
“Penggunaan nama Jepang untuk sebuah rantai pulau oleh pemimpin spiritual Tibet di pengasingan menunjukkan "sifat reaksioner" dan tekad untuk membagi-bagi China dengan kedok agama,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei.
"Untuk mencapai tujuan separatis, ia berhubungan dengan sayap kanan pasukan Jepang. Warga China membenci dia untuk apa yang dia lakukan. Kami dengan tegas menentang setiap negara yang menyediakan tempat untuk dia," lanjut Lei.
Selain kecaman soal sengketa pulau, Pemerintah China juga menyalahkan Dalai Lama atas melonjaknya aksi bakar diri di kalangan warga Tibet. Aksi bakar diri ini dilakukan warga Tibet sebagai bentuk protes terhadap pemerintah China.
"Bukannya mengutuk mereka, Dalai Lama malah benar-benar memuliakan tindakan yang bertentangan dengan hukum rasional dan prinsip-prinsip agama itu," kata Lei. Dalai Lama yang tengah berkunjung ke Amerika Serikat, memang menuduh pemerintah China gagal untuk menyelidiki akar penyebab putus asa di kalangan orang Tibet.
bersekutu dengan sayap kanan Jepang soal sengketa pulau di Laut China Timur. Pemerintah China berang, karena Dalai Lama menyebut kepulauan itu dengan menggunakan nama Jepang.
Kepulauan yang disengketakan itu disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China. Ketegangan antara China dan Jepang memuncak, setelah pemerintah Jepang membeli kepualaun itu dari seorang pemilik swasta. China dan Jepang sama-sama mengirimkan kapal untuk berpatroli di kepulauan tersebut.
“Penggunaan nama Jepang untuk sebuah rantai pulau oleh pemimpin spiritual Tibet di pengasingan menunjukkan "sifat reaksioner" dan tekad untuk membagi-bagi China dengan kedok agama,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei.
"Untuk mencapai tujuan separatis, ia berhubungan dengan sayap kanan pasukan Jepang. Warga China membenci dia untuk apa yang dia lakukan. Kami dengan tegas menentang setiap negara yang menyediakan tempat untuk dia," lanjut Lei.
Selain kecaman soal sengketa pulau, Pemerintah China juga menyalahkan Dalai Lama atas melonjaknya aksi bakar diri di kalangan warga Tibet. Aksi bakar diri ini dilakukan warga Tibet sebagai bentuk protes terhadap pemerintah China.
"Bukannya mengutuk mereka, Dalai Lama malah benar-benar memuliakan tindakan yang bertentangan dengan hukum rasional dan prinsip-prinsip agama itu," kata Lei. Dalai Lama yang tengah berkunjung ke Amerika Serikat, memang menuduh pemerintah China gagal untuk menyelidiki akar penyebab putus asa di kalangan orang Tibet.
(esn)