Polisi Rusia tangkap anggota Partai Kebangkitan Islam
Senin, 12 November 2012 - 18:58 WIB
Polisi Rusia tangkap anggota Partai Kebangkitan Islam
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian Rusia menangkap enam orang anggota Partai Kebangkitan Islam, Senin (12/11/2012). Enam orang ini ditangkap karena memiliki senjata dan dicurigai melakukan perekrutan anggota di masjid-masjid di Moskow.
“Mereka yang ditahan adalah anggota Partai Kebangkitan Islam. Kelompok ini dinyatakan sebagai kelompok teroris internasional oleh Mahkamah Agung Rusia dan dinyatakan terlarang,” sebut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia, seperti dikutip dari Reuters.
Polisi telah menemukan tempat tinggal enam orang itu dan menemukan 9 granat tangan, senjata, amunisi, dan literatur ekstremis.
“Para pemimpin dan anggota kelompok telah melakukan perekrutan aktif di masjid-masjid di Moskow dan juga mendistribusikan literatur ekstremis dan menarik orang lain ke dalam aktivitas ilegal," lanjut pernyataan itu.
Pemerintah Rusia mengaku prihatin tentang perkembangan militan Islam di negara itu. Rusia khawatir, ancaman militan Islam tak hanya terjadi di Kaukasus Utara, tapi meluas ke wilayah lain. Gerakan militan Islam di daerah ini adalah buntut dari perang separatis di Chechnya.
Presiden Rusia, Vladimir Putin telah berulang kali memperingatkan bahaya kekerasan agama sejak pelantikannya untuk masa jabatan ke-6 pada Mei silam. Selama 13 tahun pemerintahannya, Rusia telah ditandai dengan pertumpahan darah di Kaukasus Utara.
“Mereka yang ditahan adalah anggota Partai Kebangkitan Islam. Kelompok ini dinyatakan sebagai kelompok teroris internasional oleh Mahkamah Agung Rusia dan dinyatakan terlarang,” sebut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia, seperti dikutip dari Reuters.
Polisi telah menemukan tempat tinggal enam orang itu dan menemukan 9 granat tangan, senjata, amunisi, dan literatur ekstremis.
“Para pemimpin dan anggota kelompok telah melakukan perekrutan aktif di masjid-masjid di Moskow dan juga mendistribusikan literatur ekstremis dan menarik orang lain ke dalam aktivitas ilegal," lanjut pernyataan itu.
Pemerintah Rusia mengaku prihatin tentang perkembangan militan Islam di negara itu. Rusia khawatir, ancaman militan Islam tak hanya terjadi di Kaukasus Utara, tapi meluas ke wilayah lain. Gerakan militan Islam di daerah ini adalah buntut dari perang separatis di Chechnya.
Presiden Rusia, Vladimir Putin telah berulang kali memperingatkan bahaya kekerasan agama sejak pelantikannya untuk masa jabatan ke-6 pada Mei silam. Selama 13 tahun pemerintahannya, Rusia telah ditandai dengan pertumpahan darah di Kaukasus Utara.
(esn)