Pria berseragam tentara Afghanistan, tembak mati tentara NATO
Senin, 12 November 2012 - 08:30 WIB
Pria berseragam tentara Afghanistan, tembak mati tentara NATO
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria yang mengenakan seragam tentara Afghanistan menembak mati seorang tentara NATO, Minggu (11/11/2012). Belum diketahui dari negara mana tentara NATO itu berasal.
“Seorang pria berseragam tentara Afghanistan menembakan senjatanya ke arah tentara NATO. Satu orang tentara NATO tewas akibat serangan ini,” ujar seorang Juru Bicara International Security Assistance Force (ISAF).
Insiden ini terjadi di Selatan Afghanistan. Serangan mematikan ini menambah panjang korban tewas akibat serangan yang dilakukan ‘dari dalam’. Banyak pemerintah negara yang menempatkan tentaranya di pasukan NATO, yang mengecam serangan ‘dari dalam’ ini.
Hingga kini, sudah 57 anggota ISAF yang tewas akibat serangan pihak-pihak yang menyamar sebagai polisi ataupun anggota militer Afghanistan.
Belum stabilnya kondisi keamanan di Afghanistan, membuat banyak pihak pesimis dengan kondisi negara itu jika NATO menarik mundur seluruh pasukannya pada 2014 mendatang. Namun, Pemerintah Afghanistan menjamin, negara itu tetap akan stabil meski tanpa perlindungan pasukan NATO.
“Seorang pria berseragam tentara Afghanistan menembakan senjatanya ke arah tentara NATO. Satu orang tentara NATO tewas akibat serangan ini,” ujar seorang Juru Bicara International Security Assistance Force (ISAF).
Insiden ini terjadi di Selatan Afghanistan. Serangan mematikan ini menambah panjang korban tewas akibat serangan yang dilakukan ‘dari dalam’. Banyak pemerintah negara yang menempatkan tentaranya di pasukan NATO, yang mengecam serangan ‘dari dalam’ ini.
Hingga kini, sudah 57 anggota ISAF yang tewas akibat serangan pihak-pihak yang menyamar sebagai polisi ataupun anggota militer Afghanistan.
Belum stabilnya kondisi keamanan di Afghanistan, membuat banyak pihak pesimis dengan kondisi negara itu jika NATO menarik mundur seluruh pasukannya pada 2014 mendatang. Namun, Pemerintah Afghanistan menjamin, negara itu tetap akan stabil meski tanpa perlindungan pasukan NATO.
(esn)