Presiden SBY didesak selamatkan TKI di Malaysia

Senin, 12 November 2012 - 06:30 WIB
Presiden SBY didesak...
Presiden SBY didesak selamatkan TKI di Malaysia
A A A
Sindonews.com – Tiga anggota kepolisian Malaysia diduga telah melakukan perkosaan pada seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, Jumat (9/11/2012).

Direktur Eksekutif migrant Care Anis Hidayah menjelaskan, TKI asal Batang, Jawa Tengah berinisial SM ini diperkosa oleh tiga anggota polisi berinisial ML (33), SR (21), dan RAD (25). TKI itu mengaku, sebelum diperkosa ia tengah berjalan-jalan di wilayah Prai, sekitar pukul 06.20 pagi waktu setempat.

Kemudian, dia dihentikan oleh dua polisi. Polisi meminta dokumen identitas, namun sayangnya dia hanya mempunyai fotokopi paspor, alhasil SM digiring ke kantor polisi tersebut. Kemudian, TKI ini mengaku dimasukkan ke ruangan dan dikunci. Selanjutnya, dia dibawa ke ruangan lain dan menerima perlakuan bejat dari polisi di kantor itu.

Anis mengutuk keras terjadinya brutalitas tiga polisi Malaysia yang memperkosa PRT migran Indonesia yang semestinya harus mereka lindungi. Dalam waktu dekat, Migrant CARE akan melakukan aksi protes di depan kedutaan Malaysia di Jakarta dan mengirimkan surat terbuka kepada PM Malaysia dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas situasi ini.

Pihaknya juga menuntut pemerintah Malaysia untuk bertindak serius, mengusut tuntas dan segera menegakkan hukum terhadap brutalitas tiga polisi Malaysia dengan menjerat hukum yang seberat-seberatnya.

Kepada pemerintah Malaysia, pihaknya juga menuntut untuk segera menuntaskan atau membayar hutang-hutang penegakan hukum terhadap rentetan kasus penganiyaan dan pemerkosaan yang dialami PRT migran Indonesia di Malaysia selama ini.

Presiden SBY juga harus segera melakukan protes kepada Malaysia dan mengusut tuntas atas tragedi brutalitas tiga Polisi Diraja Malaysia.

“SBY harus segera tampil ke depan, berangkat ke Malaysia untuk menyelamatkan TKI dan martabat bangsa Indonesia yang selama ini terus menerus dilecehkan oleh Malaysia. Mendesak kedua pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap perlindungan buruh migran Indonesia secara komprehensif, termasuk penegakan MoU yang sudah disepakati oleh kedua Negara,” ungkapnya.
(esn)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
28 menit yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
1 jam yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved