Parlemen Iran selidiki kematian seorang bloger
Minggu, 11 November 2012 - 19:19 WIB
Parlemen Iran selidiki kematian seorang bloger
A
A
A
Sindonews.com – Parlemen Iran akan membentuk sebuah komite yang akan menyelidiki kematian seorang bloger Iran, Sattar Beheshti (35), yang tewas dalam tahanan polisi. Peristiwa ini telah menimbulkan kecamam dunia internasional.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Mohammad Hassan Abu-Torabi Fard, mengatakan, sebuah komite khusus akan dibentuk untuk menyelidiki kematian Beheshti, Minggu (11/11/2012). "Keamanan nasional dan komite kebijakan luar negeri Parlemen telah menyelidiki topik ini dan telah membentuk sebuah komite,” ujar Torabi.
Beheshti ditangkap di rumahnya pada 30 Oktober. Sebelum ditangkap, Baheshti telah menerima ancaman pembunuhan akibat blog-nya yang memuat seruan anti pemerintah. “Kemungkinan ia meninggal dalam tahanan akibat penyiksaan,” sebut sebuah pernyataan kelompok HAM, Amnesty International.
Sehari sebelum penangkapannya, Beheshti mengaku kalau ia telah diancam akan dibunuh. "Mereka mengirimi saya pesan yang mengatakan, 'Katakan pada ibumu, dia akan segera mengenakan busana hitam karena Anda tidak menutup mulut besar Anda," lanjut pernyataan Amnesty International.
Usai penangkapan Beheshti, pihak keluarga masih bisa memberikan keterangan pada beberapa kelompok HAM dan media massa. Tapi sejak pertengahan pekan lalu, keluarga Behesthi tak lagi bisa dihubungi. Ada dugaan, keluarga Beheshti telah diperintahkan oleh otoritas untuk tetap diam .
Komite untuk Perlindungan Wartawan Iran (CPJ), mendesak pemerintah untuk menjelaskan tentang kematian Beheshti. Komite ini juga meminta pemerintah menghentikan tekanan pada keluarga korban.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Mohammad Hassan Abu-Torabi Fard, mengatakan, sebuah komite khusus akan dibentuk untuk menyelidiki kematian Beheshti, Minggu (11/11/2012). "Keamanan nasional dan komite kebijakan luar negeri Parlemen telah menyelidiki topik ini dan telah membentuk sebuah komite,” ujar Torabi.
Beheshti ditangkap di rumahnya pada 30 Oktober. Sebelum ditangkap, Baheshti telah menerima ancaman pembunuhan akibat blog-nya yang memuat seruan anti pemerintah. “Kemungkinan ia meninggal dalam tahanan akibat penyiksaan,” sebut sebuah pernyataan kelompok HAM, Amnesty International.
Sehari sebelum penangkapannya, Beheshti mengaku kalau ia telah diancam akan dibunuh. "Mereka mengirimi saya pesan yang mengatakan, 'Katakan pada ibumu, dia akan segera mengenakan busana hitam karena Anda tidak menutup mulut besar Anda," lanjut pernyataan Amnesty International.
Usai penangkapan Beheshti, pihak keluarga masih bisa memberikan keterangan pada beberapa kelompok HAM dan media massa. Tapi sejak pertengahan pekan lalu, keluarga Behesthi tak lagi bisa dihubungi. Ada dugaan, keluarga Beheshti telah diperintahkan oleh otoritas untuk tetap diam .
Komite untuk Perlindungan Wartawan Iran (CPJ), mendesak pemerintah untuk menjelaskan tentang kematian Beheshti. Komite ini juga meminta pemerintah menghentikan tekanan pada keluarga korban.
(esn)