Bom tewaskan satu keluarga di Afghanistan
Minggu, 11 November 2012 - 18:39 WIB
Bom tewaskan satu keluarga di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom yang ditanam di pinggir jalan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari enam orang, Minggu (11/11/2012). Salah satu korban ledakan adalah seorang bayi yang baru lahir.
Keluarga itu meninggalkan rumah sakit bersalin di Provinsi Khost Sabari dengan menumpang sebuah mobil bak terbuka. Bom yang ditanam di pinggir jalan itu menghancurkan mobil tersebut.
"Seorang wanita hamil diantar oleh keluarganya ke rumah sakit pada pukul 10 malam. Pada pagi harinya, keluarga itu pulang ke rumah dengan bayi yang baru saja dilahirkan. Sesaat setelah mobil itu berjalan, bom meledak dan menewaskan keluarga itu,” jelas Zarmaeed Mokhlis, Gubernur Provinsi Khost Sabari.
Sementara itu, di provinsi Helmand, sebuah bom pinggir jalan menewaskan tiga orang dan melukai dua anggota yang berasal dari satu keluarga. “Keluarga ini sedang dalam perjalanan menuju pesta pernikahan,” kata Lashkar Gah, seorang pejabat rumah sakit di Helmand
Bom pinggir jalan adalah senjata mematikan yang dipasang oleh gerilyawan Taliban dalam perang melawan pasukan NATO dan pemerintahan Presiden Hamid Karzai. Namun ironisnya, bom itu kerap menewaskan warga sipil.
Menginjak tahun ke-11 perang di Afghanistan, warga sipil menjadi pihak yang paling banyak menanggung korban. Menurut PBB, pada tahun lalu, jumlah warga sipil yang tewas mencapapi lebih dari 3.000 orang.
Keluarga itu meninggalkan rumah sakit bersalin di Provinsi Khost Sabari dengan menumpang sebuah mobil bak terbuka. Bom yang ditanam di pinggir jalan itu menghancurkan mobil tersebut.
"Seorang wanita hamil diantar oleh keluarganya ke rumah sakit pada pukul 10 malam. Pada pagi harinya, keluarga itu pulang ke rumah dengan bayi yang baru saja dilahirkan. Sesaat setelah mobil itu berjalan, bom meledak dan menewaskan keluarga itu,” jelas Zarmaeed Mokhlis, Gubernur Provinsi Khost Sabari.
Sementara itu, di provinsi Helmand, sebuah bom pinggir jalan menewaskan tiga orang dan melukai dua anggota yang berasal dari satu keluarga. “Keluarga ini sedang dalam perjalanan menuju pesta pernikahan,” kata Lashkar Gah, seorang pejabat rumah sakit di Helmand
Bom pinggir jalan adalah senjata mematikan yang dipasang oleh gerilyawan Taliban dalam perang melawan pasukan NATO dan pemerintahan Presiden Hamid Karzai. Namun ironisnya, bom itu kerap menewaskan warga sipil.
Menginjak tahun ke-11 perang di Afghanistan, warga sipil menjadi pihak yang paling banyak menanggung korban. Menurut PBB, pada tahun lalu, jumlah warga sipil yang tewas mencapapi lebih dari 3.000 orang.
(esn)