Aktivis: masih ada perbudakan di Rusia

Sabtu, 03 November 2012 - 20:00 WIB
Aktivis: masih ada perbudakan...
Aktivis: masih ada perbudakan di Rusia
A A A
Sindonews.com – Aktivsi Hak Asasi Manusia (HAM) di Rusia mengaku telah berhasil membebaskan 12 orang asal Asia Tengah yang diduga telah menjadi korban praktek perbudakan di negara itu. Seperti dikutip dari thestar, Sabtu (3/11/2012), 12 orang itu dibebaskan dari gudang bawah tanah sebuah toko makanan di pinggiran Moskow.

Dari 12 orang itu, empat di antaranya adalah anak-anak, lima perempuan, dan empat pria. Dua dari para pekerja yang diselamatkan mengatakan, mereka telah ditahan selama lebih dari 10 tahun dan dipaksa bekerja di toko. Mereka mengaku kerap dipukuli dan diancam agar tak melarikan diri.

"Mereka memukuli saya dan terus memukuli saya. Mereka memukuli saya dengan tangan mereka, dengan tongkat, dan dengan gulungan foil logam," kata Bakiya Kasimova, salah satu korban. Kasimova yang berasal dari Kyrgyzstan terpikat datang ke Rusia karena dijanjikan lapangan pekerjaan. Tapi setibanya di Moskow, ia malah dipaksa bekerja tanpa dibayar.

Kasimova mengaku pernah diperkosa dan mengklaim telah menyaksikan seorang wanita dipukuli sampai mati, karena mencoba untuk melarikan diri. Dia juga menuturkan, mereka hanya diberi waktu satu menit untuk memakan makanan busuk pada waktu makan dan dilarang berbicara dengan pelanggan atau meninggalkan toko.

Para tawanan beberapa kali berusaha melarikan diri dan memohon pada para pelanggan untuk membantu. Tetapi, para pelanggan bersikap tak peduli dan tak mau membantu. Karenanya, para aktivis menuding, warga sekitar sebenarnya mengetahui adanya praktek perbudakan ini. Namun, warga tak berbuat apa-apa.

Aktivis HAM Rusia, Danila Medvedev, mengatakan, pemerintah Rusia tidak mau menghadapi kenyataan, bahwa mungkin masih ada perbudakan di negara itu. Selama ini, Rusia memang jadi tempat tujuan pekerja migran dari negara pecahan Uni Soviet di Asia Tengah, seperti Tajikistan dan Kyrgyzstan.

"Mungkin ada 50 ribu atau 100 ribu orang yang dijadikan budak di Moskow. Tapi, lembaga penegak hukum kami menyangkal masalah ini. Kami tak tahu jumlah pasti korban perbudakan di negara ini,” jelas Medvedev.

"Enam tahun lalu, sebuah survei tentang perdagangan manusia dilakukan atas permintaan PBB. Survei itu mengatakan, bahwa ada setengah sampai satu juta orang di Rusia yang praktis hidup sebagai budak," tambahnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
55 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
2 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
3 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved