China akan hentikan penggunaan donor organ terpidana mati
Jum'at, 02 November 2012 - 19:24 WIB
China akan hentikan penggunaan donor organ terpidana mati
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China akan menghentikan donor organ tubuh yang berasal dari tahanan yang telah dieksekusi. Mulai awal tahun depan, China akan menerapkan sistem donasi nasional untuk kebutuhan donor organ tubuh manusia.
Seperti dikutip dari guardian.co.uk, Jumat (2/11/2012), para pejabat China sudah sampai pada kesimpulan, bahwa menggunakan sebagian organ tubuh dari para terpidana mati yang sudah dieksekusi adalah tindakan tak etis.
“China akan menghapuskan transplantasi organ dari tahanan yang dieksekusi mati. Kami akan mencoba memacu lebih banyak warga untuk menyumbangkan organ,” kata Wakil Menteri Kesehatan China, Huang Jiefu seperti dikutip dari kantor berita resmi, Xinhua.
Kementerian Kesehatan China telah menunjuk seorang ahli, Wang Haibo, untuk memimpin badan yang meneliti dan merancang sebuah sistem yang adil dan efisien guna mengalokasikan organ-organ tubuh kepada orang-orang yang membutuhkannya.
Sistem ini telah diujicoba oleh Palang Merah China selama dua tahun di 16 wilayah. Menurut jadwal, sistem ini akan diluncurkan secara nasional pada awal tahun 2013.
“Sistem ini akan menandai awal dari keluarnya China dari praktek lama. Saat ini, ada konsensus di dunia transplantasi China, bahwa sistem baru akan melepaskan ketergantungan pada organ dari narapidana yang dieksekusi,” papar Wang.
Transplantasi organ di China telah lama dikritik para pengamat kesehatan. Cara ini dinilai tidak etis. Para kritikus berpendapat, terpidana mati mungkin merasa tertekan untuk menjadi donor, melanggar keyakinan pribadi, agama atau budaya. Perubahan yang diusulkan dalam kebijakan ini disambut baik oleh komunitas kesehatan internasional dan kelompok hak asasi manusia.
Seperti dikutip dari guardian.co.uk, Jumat (2/11/2012), para pejabat China sudah sampai pada kesimpulan, bahwa menggunakan sebagian organ tubuh dari para terpidana mati yang sudah dieksekusi adalah tindakan tak etis.
“China akan menghapuskan transplantasi organ dari tahanan yang dieksekusi mati. Kami akan mencoba memacu lebih banyak warga untuk menyumbangkan organ,” kata Wakil Menteri Kesehatan China, Huang Jiefu seperti dikutip dari kantor berita resmi, Xinhua.
Kementerian Kesehatan China telah menunjuk seorang ahli, Wang Haibo, untuk memimpin badan yang meneliti dan merancang sebuah sistem yang adil dan efisien guna mengalokasikan organ-organ tubuh kepada orang-orang yang membutuhkannya.
Sistem ini telah diujicoba oleh Palang Merah China selama dua tahun di 16 wilayah. Menurut jadwal, sistem ini akan diluncurkan secara nasional pada awal tahun 2013.
“Sistem ini akan menandai awal dari keluarnya China dari praktek lama. Saat ini, ada konsensus di dunia transplantasi China, bahwa sistem baru akan melepaskan ketergantungan pada organ dari narapidana yang dieksekusi,” papar Wang.
Transplantasi organ di China telah lama dikritik para pengamat kesehatan. Cara ini dinilai tidak etis. Para kritikus berpendapat, terpidana mati mungkin merasa tertekan untuk menjadi donor, melanggar keyakinan pribadi, agama atau budaya. Perubahan yang diusulkan dalam kebijakan ini disambut baik oleh komunitas kesehatan internasional dan kelompok hak asasi manusia.
(esn)