Gembong narkoba Kolombia ditangkap di Argentina
Kamis, 01 November 2012 - 20:41 WIB
Gembong narkoba Kolombia ditangkap di Argentina
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu gembong narkoba yang paling dicari di Kolombia, Henry de Jesus Lopez (41), ditangkap di Argentina. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Kamis (1/11/2012), Lopez, yang dikenal sebagai Mi Sangre ditangkap saat sedang makan di sebuah restoran di Buenos Aires.
Lopez diduga sebagai salah satu pemimpin geng Urabenos. Geng ini menguasai sebagian perdagangan obat bius di Kolombia utara. Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, memang telah menyatakan perang melawan geng kriminal sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya.
Melalui akun twitter-nya, Santos mengucapkan terima kasih kepada pihak berwenang Argentina atas kerjasama mereka. “Ini adalah pukulan bagi para kriminal dan pedagang obat-obat terlarang,” kata Santos.
Polisi mengatakan, Lopes yang juga seorang mantan pejuang sayap kanan Kolombia, memegang paspor dari tujuh negara untuk menghindari penangkapan. Ia sering bepergian di kawasan Amerika Selatan.
“Lopez berhasil melarikan diri dua operasi sebelumnya, di Argentina dan Uruguay,” kata Kepala Kepolisian Kolombia, Jenderal Jose Roberto Leon Riano.
Badan Pemberantas Narkoba Amerika Serikat, Kepolisian Kolombia, dan Kepolisian Argentina telah berusaha melacak Lopez selama berbulan-bulan. Petugas menyadap telepon Lopez dan melacak pergerakan mobilnya melalui satelit.
Petugas mengatakan Lopez, istrinya, dua anak, dan 10 pengawalnya terus-menerus bergerak antara lima lokasi tempat tinggal yang berbeda. Menurut polisi, Lopez tiba di Argentina dua tahun lalu dan telah melakukan perjalanan ke Venezuela, Uruguay, Ekuador, Meksiko, dan Paraguay.
Lopez diduga sebagai salah satu pemimpin geng Urabenos. Geng ini menguasai sebagian perdagangan obat bius di Kolombia utara. Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, memang telah menyatakan perang melawan geng kriminal sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya.
Melalui akun twitter-nya, Santos mengucapkan terima kasih kepada pihak berwenang Argentina atas kerjasama mereka. “Ini adalah pukulan bagi para kriminal dan pedagang obat-obat terlarang,” kata Santos.
Polisi mengatakan, Lopes yang juga seorang mantan pejuang sayap kanan Kolombia, memegang paspor dari tujuh negara untuk menghindari penangkapan. Ia sering bepergian di kawasan Amerika Selatan.
“Lopez berhasil melarikan diri dua operasi sebelumnya, di Argentina dan Uruguay,” kata Kepala Kepolisian Kolombia, Jenderal Jose Roberto Leon Riano.
Badan Pemberantas Narkoba Amerika Serikat, Kepolisian Kolombia, dan Kepolisian Argentina telah berusaha melacak Lopez selama berbulan-bulan. Petugas menyadap telepon Lopez dan melacak pergerakan mobilnya melalui satelit.
Petugas mengatakan Lopez, istrinya, dua anak, dan 10 pengawalnya terus-menerus bergerak antara lima lokasi tempat tinggal yang berbeda. Menurut polisi, Lopez tiba di Argentina dua tahun lalu dan telah melakukan perjalanan ke Venezuela, Uruguay, Ekuador, Meksiko, dan Paraguay.
(esn)