Coba cegat konvoi SBY di London, Aktivis HAM ditangkap

Kamis, 01 November 2012 - 16:40 WIB
Coba cegat konvoi SBY...
Coba cegat konvoi SBY di London, Aktivis HAM ditangkap
A A A
Sindonews.com – Seorang aktivis Hak Asasi Manusia, Peter Tatchell ditangkap polisi London ketika hendak mencegat konvoi mobil yang membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tatchell coba mendekati mobil limosin yang ditumpangi Presiden SBY, saat konvoi itu meninggalkan Westminster Abbey, Rabu (31/20/2012) waktu setempat.

Tatchell yang berkewarganegaraan Australia itu disergap aparat kepolisian London saat ia coba mendekati limosin yang membawa Presiden SBY, sambil membentangkan bendera Papua Barat. Polisi yang melihat aksi Tatchell, langsung menjatuhkannya ke tanah dan membekuknya.

Tachell sendiri akhirnya dibebaskan, setelah mendekam di kantor polisi selama 2 jam. Menurut Tatchell, ia melakukan bentuk protes yang sah. “Saya tak melakukan kejahatan, saya hanya memegang sebuah bendera,” kata Tachell seperti dikutip dari pinknews.co.uk, Kamis (1/11/2012).

"Saya ditahan secara tidak sah dan kebebasan saya dirampas selama dua jam. Setelah ditangkap, saya dibawa ke Kantor Polisi Charing Cross. Akhirnya, saya dibebaskan tanpa tuduhan. Jelas, polisi tahu mereka tak memiliki tuduhan pada saya,” beber Tatchell.

Presiden SBY mengunjungi Westminster Abbey untuk meletakan karangan bunga di makam pahlawan tak dikenal. Sebelumnya, Presiden SBY diterima oleh Ratu Inggris, Queen Elizabeth II dan menghadiri jamuan makan siang pribadi di Istana Buckingham.

Dalam sambutannya, Ratu Elizabeth menyebut Indonesia telah melakukan transformasi yang luar biasa di bawah kepemimpinan Presiden SBY. Namun, beberapa kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menyebut Inggris bergerak terlalu cepat dalam hubungannya dengan Indonesia. Kelompok HAM menuding Pemerintah Indonesia banyak melakukan pelanggaran HAM.

Tak hanya di Westminster Abbey, aksi unjuk rasa juga digelar aktivis HAM saat Presiden SBY mengunjungi kantor Perdana Menteri Inggris, David Cameron di Downing Street no.10. Sekitar 50 aktivis HAM memegang poster bernada protes terhadap sikap Pemerintah Indonesia dalam menangani gerakan separatis di Papua Barat.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
1 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
1 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
2 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
3 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
3 jam yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved