Aktivis HAM di London akan demo kunjungan SBY
Rabu, 31 Oktober 2012 - 21:36 WIB
Aktivis HAM di London akan demo kunjungan SBY
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah organisasi Hak Asasi Manusia (HAM), Survival International, mengaku akan menggelar aksi demonstrasi saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Inggris, Rabu (31/10/2012) waktu setempat. Survival International, yang membela hak-hak masyarakat adat di seluruh dunia ini memprotes perlakuan aparat keamanan Indonesia dalam menangani gerakan separatis di Papua.
"Ada laporan tentang penyiksaan pemerintah Indonesia dan pembunuhan terhadap suku di Papua Barat. Sangat mengkhawatirkan, mendapati kenyataan bahwa pembayar pajak di Inggris mendanai unit pasukan khusus yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap suku di Papua Barat,” kata Direktur Survival International, Stephen Corry .
Corry menyesalkan keterlibatan pemerintah Inggris dalam melakukan pelatihan pada pasukan keamanan Indonesia, yang ternyata terlibat dalam pembunuhan para aktivis di Papua. “Kami mendesak David Cameron untuk menegur Presiden Indonesia soal catatan hak asasi manusia yang buruk di negaranya, " lanjut Corry seperti dikutip dari presstv.com, Rabu (31/10/2012).
Survival International akan menggelar aksi demonstrasi di Richmond Terrace, yang berseberangan dengan kantor PM Inggris di 10 Downing Street. Sepertinya, aksi ini salah tempat. Sebab, Ratu Inggris dijadwalkan akan menyambut Presiden SBY di Horse Guards Parade dan menemani mereka ke Istana Buckingham.
Survival International berharap sejumlah organisasi pendukung HAM lainnya, seperti Amnesty International dan Tapol untuk bergabung dalam aksi ini. Pada April lalu, Human Rights Watch mengkritik pemerintah Inggris yang mencari peluang meningkatkan ekspor senjata ke Indonesia. Human Rights Watch menuding Pemerintah Inggris mengabaikan kemungkinan penggunaan persenjataan itu untuk menekan warga Indonesia sendiri.
"Ada laporan tentang penyiksaan pemerintah Indonesia dan pembunuhan terhadap suku di Papua Barat. Sangat mengkhawatirkan, mendapati kenyataan bahwa pembayar pajak di Inggris mendanai unit pasukan khusus yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap suku di Papua Barat,” kata Direktur Survival International, Stephen Corry .
Corry menyesalkan keterlibatan pemerintah Inggris dalam melakukan pelatihan pada pasukan keamanan Indonesia, yang ternyata terlibat dalam pembunuhan para aktivis di Papua. “Kami mendesak David Cameron untuk menegur Presiden Indonesia soal catatan hak asasi manusia yang buruk di negaranya, " lanjut Corry seperti dikutip dari presstv.com, Rabu (31/10/2012).
Survival International akan menggelar aksi demonstrasi di Richmond Terrace, yang berseberangan dengan kantor PM Inggris di 10 Downing Street. Sepertinya, aksi ini salah tempat. Sebab, Ratu Inggris dijadwalkan akan menyambut Presiden SBY di Horse Guards Parade dan menemani mereka ke Istana Buckingham.
Survival International berharap sejumlah organisasi pendukung HAM lainnya, seperti Amnesty International dan Tapol untuk bergabung dalam aksi ini. Pada April lalu, Human Rights Watch mengkritik pemerintah Inggris yang mencari peluang meningkatkan ekspor senjata ke Indonesia. Human Rights Watch menuding Pemerintah Inggris mengabaikan kemungkinan penggunaan persenjataan itu untuk menekan warga Indonesia sendiri.
(esn)